UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SMP MELALUI PEMBELAJARAN 5E LEARNING CYCLE MATERI PELUANG

PUTRI INTAN PERMATASARI, ISMAIL

Abstract


AbstrakKemampuan berpikir kreatif matematika seorang individu diperlukan untuk menciptakan ide atau gagasan baru dalam matematika. Salah satu upaya untuk melatih kemampuan berpikiri kreatif matematika adalah melalui pembelajaran 5E learning cycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif melalui pembelajaran 5E learning cycle. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu dengan rancangan pre-test and post-test design yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Taman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Taman. Sampel yang digunakan yaitu kelas VIII-F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelas kontrol. Data yang diperoleh dari penelitian adalah skor pre-test dan post-test kemampuan berpikir kreatif matematika. Hasil analisis data menunjukkan: Pre-test kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata 29,00 dan kelas kontrol mempunyai nilai rata-rata 28,97. Hasil uji normalitas pre-test kelas eksperimen menunjukkan bahwa Xh^2 lebih kecil daripada Xt^2 (7,16<11,070) dan kelas kontrol menunjukkan bahwa Xh^2 lebih kecil daripada Xt^2 (3,46<11,070). Artinya distribusi data kedua kelas dinyatakan normal. Hasil uji homogenitas pre-test kelas eksperimen menunjukkan bahwa F_hitung lebih kecil daripada F_tabel (1,83≤1,85), maka data tersebut dinyatakan homogen. Post-test kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata 68,30 dan kelas kontrol mempunyai nilai rata-rata 39,57. Hasil uji normalitas post-test kelas eksperimen menunjukkan bahwa Xh^2 lebih kecil daripada Xt^2 (8,61<11,070) dan kelas kontrol menunjukkan bahwa Xh^2 lebih kecil daripada Xt^2 (6,38<11,070). Artinya distribusi data kedua kelas dinyatakan normal. Hasil uji homogenitas post-test kelas eksperimen menunjukkan bahwa F_hitung lebih kecil daripada F_tabel (1,09≤1,85), sehingga data tersebut dinyatakan homogen. Uji hipotesis dengan uji satu pihak menunjukkan nilai t_hitung>t_tabel yaitu 7,96>2,00, maka H_0 ditolak dan H_1 diterima. Berarti post-test kemampuan berpikir kreatif matematika peserta didik yang mendapatkan perlakuan pembelajaran 5E learning cycle lebih baik daripada post-test kemampuan berpikir kreatif matematika peserta didik yang mendapatkan perlakuan pengajaran langsung.Kata Kunci: kemampuan berpikir kreatif, 5E learning cycle.

AbstractThe ability to think creatively in an individuals math is necessary to create new ideas or ideas in mathematics. One effort to train the ability to think creatively math is through learning 5E learning cycle. This study aims to determine the improvement of creative thinking ability through learning 5E learning cycle. This research includes quasi experimental research with pre-test and post-test design conducted at SMP Negeri 1 Taman. Population in this research is all students of class VIII grade SMP Negeri 1 Taman. The sample used is class VIII-F as experiment class and class VIII-C as control class. Data obtained from this research are pre-test score and post-test of creative thinking ability of mathematics. The result of data analysis showed: The pre-test of creative thinking ability of experimental class students had an average value of 29.00 and control class had an average value of 28.97. The result of the pre-test normality test of the experimental class shows that Xh^2 is less than Xt^2 (7,16<11,070) and the control class shows that Xh^2 is smaller than Xt^2 (3,46<11,070). This means that the data distribution of both classes is declared normal. The homogeneity test of pre-test of the experimental class shows that F_count is smaller than F_table (1,83≤1,85), then the data is homogeneous. Post-test creative thinking ability of experimental class learners has an average value of 68.30 and control class has an average value of 39.57. The result of post test test of experiment class normality shows that Xh^2 is smaller than Xt^2 (8,61<11,070) and control class shows that Xh^2 is smaller than Xt^2 (6,38<11,070). This means that the data distribution of both classes is declared normal. The result of homogeneity test of post-test of experimental class shows that F_count is smaller than F_table (1,09≤1,85), so the data is stated homogeneous. Hypothesis test with one-sided test shows the value of t_count>t_table is 7,96>2,00, then H_0 is rejected and H_1 accepted. Means that the post-test of the creative thinking ability of the learners mathematics that gets the learning treatment of 5E learning cycle is better than the post-test of the creative thinking ability of the math learners who get the direct teaching treatment.Keywords: creative thinking ability, 5E learning cycle.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.