PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA BERKECERDASAN LINGUISTIK DAN SISWA BERKECERDASAN LOGIS-MATEMATIS SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA

MARIA ULFA, PRADNYO WIJAYANTI

Abstract


Berpikir kreatif sangat dibutuhkan setiap individu dalam menghadapi permasalahan yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Menurut hasil TIMSS (Trend in International Mathematics and Science Study) pada tahun 2011 Indonesia mendapat perolehan skor yang masih dibawah skor rata-rata nasional yakni sebesar 386 dan adapun hasil riset yang berjudul Global Creativity Index tahun 2015 yang menyebutkan Indonesia menempati urutan ke 115 dari 139 negara dengan poin 0,202. Berpikir kreatif merupakan suatu aktivitas yang melibatkan kerja otak dalam mengombinasikan gagasan-gagasan dengan melihat hubungan-hubungan yang saling berkaitan berdasarkan pengalaman yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah sehingga didapatkan kemungkinan jawaban yang bervariasi untuk menghasilkan suatu produk. Dalam hal berpikir kreatif setiap siswa memilikinya dengan cara yang berbeda-beda dikarenakan siswa memiliki latar belakang dan kemampuan (intellegency) yang berbeda.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, karena tujuan dalam penelitian yakni mendeskripsikan profil berpikir kreatif siswa SMP berkecerdasan linguistik dan logis-matematis dalam menyelesaikan masalah matematika. Instrumen yang digunakan yakni tes kemampuan matematika, angket kecerdasan linguistik dan kecerdasan logis-matematis, tes berpikir kreatif, dan pedoman wawancara. Dalam penelitian menggunakan 2 subjek Kelas VII dengan masalah matematika yang digunakan yakni pada Bab aritmetika sosial. Dua subjek yang diambil yakni 1 subjek berkecerdasan linguistik dan 1 subjek berkecerdasan logis-matematis. Kriteria subjek yang digunakan yakni memiliki kemampuan yang setara dan berjenis kelamin sama. Penelitian ini dianalisis menggunakan indikator berpikir kreatif yakni kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan.

Hasil dari penelitian menunjukkan perbedaan profil bepikir kreatif siswa berkecerdasan linguistik dan logis-matematis dalam menyelesaikan masalah matematika. Siswa berkecerdasan linguistik menunjukkan indikator pada komponen kefasihan yakni dengan memberikan 3 jawaban yang berbeda dan benar dari satu masalah yang sama, dalam menjelaskan alasan jawaban pada masalah tersebut siswa menggunakan kata-kata yang bervariasi. Pada masalah yang memiliki jawaban tunggal, siswa menunjukkan indikator pada komponen fleksibilitas dengan menunjukkan 2 cara berbeda dalam menyelesaikan masalah dengan bahasa yang efektif. Siswa juga menunjukkan indikator pada komponen kebaruan yaitu salah satu cara yang digunakan siswa merupakan cara yang tidak biasa dilakukan oleh individu pada tingkat pengetahuannya yakni menggunakan metode campuran (gabungan dari metode eliminasi dan metode substitusi). Siswa menjelaskan secara lisan mengenai maksud dari jawaban tertulis sesuai dengan pengetahuannya. Selanjutnya, siswa berkecerdasan logis-matematis menunjukkan indikator pada komponen kefasihan dengan memberikan 3 jawaban yang berbeda dan benar dari satu masalah yang sama. Saat menjelaskan mengenai alasan jawaban pada masalah tersebut, siswa menggunakan varibel dan syarat pada informasi. Jalan berpikir siswa dalam menjelaskan secara induktif. Pada masalah yang memiliki jawaban tunggal, siswa menunjukkan indikator pada komponen fleksibilitas dengan menggunakan 4 cara berbeda dengan menuturkan garis besar dari cara yang digunakan (skema). Pada indikator komponen kebaruan, tampak pada tiga cara yang digunakan siswa merupakan cara yang tidak biasa dilakukan oleh individu pada tingkat pengetahuannya yakni menggunakan metode eliminasi, metode substitusi, dan pola bilangan. Dari penjelasan siswa menunjukkan kepekaan terhadap pola dan kemampuannya dalam mengolah angka dalam menyelesaikan masalah.

Kata kunci : Profil berpikir kreatif, kecerdasan linguistik, kecerdasan logis-matematis


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.