PROSES PENGEMBANGAN MODEL OLEH SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) DITINJAU DARI PERBEDAAN KEMAMPUAN MATEMATIKA PADA SUB MATERI LINGKARAN DI KELAS VIII-A SMP LABORATORIUM UNESA

FIBRIAN DWI AYU RAHMAWATI

Abstract


Pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI lebih baik daripada pembelajaran matematika secara konvensional. Salah satu karakteristik dari PMRI adalah melibatkan proses pengembangan model. Pada proses tersebut, siswa secara mandiri akan mengkonstruk model dari yang bersifat konkret menjadi abstrak. Model tersebut sebagai jembatan yang menghubungkan antara masalah konstektual, matematika informal, dan matematika formal. Oleh karena itu, model mempunyai peranan penting dalam proses penyelesaian masalah dan penemuan konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan model oleh siswa pada pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika pada sub materi lingkaran di kelas VIII-A SMP Laboratorium UNESA.
Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah enam siswa yang dipilih dari kelas VIII-A berdasarkan kemampuan matematika. Pengambilan data dilakukan melalui pemberian Lembar Kerja Siswa dan wawancara.
Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (a) proses pengembangan model oleh siswa berkemampuan matematika tinggi adalah level situasional, level referensi, level general, level formal; (b) proses pengembangan model oleh siswa berkemampuan matematika sedang adalah level situasional, level referensi, level general; (c) proses pengembangan model oleh siswa berkemampuan matematika rendah adalah level situasional, level referensi. Dari hasil tersebut, guru sebaiknya memfasilitasi model untuk siswa sehingga siswa dapat menyelesaikan masalah dan menemukan konsep.
Kata kunci : PMRI, pengembangan model, kemampuan matematika


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.