KECERDASAN VISUAL SPASIAL SISWA SMP DALAM MENGKONSTRUKSI RUMUS PYTHAGORAS DENGAN PEMBELAJARAN BERBASIS ORIGAMI DI KELAS VIII

SRIWAHYU NINGSIH

Abstract


Menurut Permendikbud No. 68 Tahun 2013 pada kurikulum 2013, pola pembelajaran yang berpusat pada guru harus berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah pembelajaran inkuiri. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi (dalam Syah, 2010:35) mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua siswa mulai dari sekolah dasar untuk membekali siswa dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan kerjasama. Dalam mempelajari matematika khususnya materi geometri, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan-kesulitan. Salah satu cara yang dapat membantu mengatasi kesulitan tersebut yaitu dengan adanya kecerdasan visual spasial. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori Haas untuk mengetahui kecerdasan visual spasial yang dimiliki oleh siswa. Kecerdasan visual spasial dapat dilatih melalui aktivitas yang sesuai yaitu melalui pengalaman siswa dalam mempelajari materi yang diberikan oleh guru dan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan ialah pembelajaran matematika berbasis origami (Boakes, 2009). Dalam penelitian ini, peneliti merasa tertarik untuk mengetahui kecerdasan visual spasial siswa SMP dalam mengkonstruksi teorema Pythagoras setelah pembelajaran berbasis origami.


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII-G SMPN 6 Tuban tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 32 siswa dengan memilih 3 siswa sebagai subjek wawancara. Untuk mendeskripsikan kecerdasan visual spasial siswa dalam mengkonstruksi teorema Pythagoras setelah pembelajaran berbasis origami maka peneliti memberikan tes kecerdasan visual spasial. Di akhir pembelajaran diberikan angket respon siswa yang digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran berbasis origami.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi dapat menggunakan semua karakteristik dari kecerdasan visual spasial yaitu dalam hal pengimajinasian (imaging), pengkonsepan (conceptualization), pemecahan masalah (problem solving), dan pencarian pola (problem seeking). Sedangkan untuk siswa dengan kemampuan matematika sedang dan rendah hanya dapat menggunakan beberapa karakteristik kecerdasan visual spasial yaitu pengkonsepan (conceptualization) dan pemecahan masalah (problem solving). Berdasarkan hasil persentase pelaksanaan pembelajaran berbasis origami dapat diketahui bahwa setiap butir pernyataan yang diajukan kepada siswa mendapatkan respon yang baik. Setiap pernyataan mendapatkan respon dengan persentase lebih dari 50%, sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis origami pada materi teorema Pythaoras mendapatkan respon positif dari siswa.


Kata Kunci:  Pembelajaran Berbasis Origami, Visual Spasial, Inkuiri, Teorema Pythagoras


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.