STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PETANI PEMILIK LAHAN DI DESA BOJOASRI KECAMATAN KALITENGAH LAMONGAN DALAM MENGHADAPI BANJIR

NURFIANAH

Abstract


Abstrak


Penelitian ini berbicara mengenai strategi adaptasi yang dilakukan oleh petani pemilik lahan di Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah Lamongan dalam menghadapi banjir yang menggenangi lahan pertanian mereka. Desa Bojoasri termasuk dalam kawasan “bonorowo” yang pada setiap musim hujan selalu tergenang banjir, namun masyarakat setempat tetap tinggal dan bertahan di rumah masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya atau strategi yang dilakukan oleh masyarakat petani pemilik lahan yang ada di Desa Bojoasri dalam mengatasi kondisi lahan pertanian mereka ketika tergenang banjir. Selain itu, juga mencakup bagaimana rasionalitas serta pola perilaku atau keseharian mereka ketika terjadi banjir, termasuk didalamnya bagaimana kesadaran masyarakat tersebut dalam memahami dan memaknai banjir yang terjadi di Desa mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori rasionalitas Weber. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive, yakni petani pemilik lahan. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh masyarakat petani pemilik lahan di Bojoasri dalam menanggulangi lahan mereka yang terendam banjir adalah dengan menggunakan “waring”. Panen padi di Bojoasri hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun. Para petani pemilik lahan di Bojoasri tidak pernah menjadikan petani sebagai profesi satu-satunya. Banjir juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mencari penghasilan tambahan dengan menangkap ikan di sungai. Semua tindakan dan upaya yang dilakukan oleh para petani pemilik lahan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat tipe tindakan, tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai atau rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional.


 


Kata Kunci : Banjir, Daerah Bonorowo, Strategi Adaptasi.


Abstract


This research about adaptation strategies by the farmer of existing landowners in Bojoasri village Kalitengah Lamongan in the face of floods that inundated their agricultural land. Bojoasri village is in “bonorowo” area which is always flooded in every rainy season, but the people still survive and stay in their own home. The purpose was to see effort or strategies made by the farmers of existing landowners in Bojoasri village to cope with the condition of their farmland is flooded. It also includes how their rationality and pattern of behavior or daily life when flood season, including how the awareness of people and understanding the flood which occurred in their village. This research is qualitative with the perspective rationality theory of Weber. Subjects were selected using purposive sampling technique is farmer of existing landowners. Data collection techniques is interviews, observations and documentation, while data analysis techniques is qualitative data analysis techniques. The result shows that the efforts made by the farmers of existing landowners in Bojoasri village in tackling their flooded land are using “waring”. Rice harvest in Bojoasri village can be done only one a year. They never make that farmers is only one of their profession. Flood is also used by many people to seek additional income with catching fish in the river. All of the actions and effort made by the farmers of existing landowners can be categorized into four types of actions, instrumental rational action, value-oriented rational action or value rationality, affectual action and traditional action.


 


Keyword: Flood, Bonorowo Area, Adaptation Strategies.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.