JARINGAN SOSIAL PEDAGANG BARANG ANTIK DI KOTA SURABAYA (Studi Deskriptif Kualitatif Tentang Pedagang Klithikan Barang Antik di Jalan Bodri Kota Surabaya)

Tri Hayyu Parasmo

Abstract


Abstrak


Pusat perdagangan dan komunitas barang antik di Kota Surabaya merupakan tempat terjadinya transaksi jual – beli barang yang memiliki nilai kuno dan bernilai seni tinggi, serta merupakan tempat interaksi sesama pecinta barang antik untuk mendapatkan barang antik sesuai keinginan. Akan tetapi untuk memperoleh barang antik dibutuhkan usaha dari para pedagang dalam proses pengadaan barang antik yang nantinya akan dijual. Penelitian ini menjelaskan tentang jaringan sosial yang terdapat pada para pedagang barang antik di Jalan Bodri Kota Surabaya dalam mendapatkan barang antik dan berusaha untuk menjabarkan aktor yang terlibat didalamnya. Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan pola dan bentuk jaringan sosial pedagang barang antik, mendeskripsikan pelaku yang terlibat dalam jaringan sosial dan mendeskripsikan fungsi masing-masing aktor yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori jaringan sosial dari James S. Coleman.. Subjek penelitian ini yaitu para pedagang barang antik yang menjalankan bisnisnya melalui jaringan sosialnya dan peran aktor makelar, tengkulak dan pengepul dibaliknya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya jaringan sosial dalam  bisnis barang antik guna membangun hubungan sosial antara satu sama lain yang secara dinamis saling terjalin. Aspek modal sosial di dalam jaringan sosial memainkan peran penting yaitu kepercayaan dan resiprositas yang terjadi antara pedagang dengan pedagang, makelar dengan tengkulak, tengkulak dengan pengepul, dan pedagang dengan tengkulak ketika terjadi proses perburuan barang antik. Sedangkan hubungan antara makelar dan tengkulak terdapat jaringan tersembunyi yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperoleh hasil maksimal.


Kata kunci : Jaringan Sosial, Peran Aktor, Pedagang Barang Antik. 


 


Abstract


The center of commerce and antiques community in Surabaya is the place where the sale and purchase of goods that have ancient value and high artistic value, as well as a place of interaction among antique lovers to get the antique as desired. However, to obtain the antiques required the efforts of the traders in the process of procurement of antiques that will be sold. This research explains the social networking of antique dealers in Jalan Bodri Kota Surabaya in getting antiques and trying to describe the actors involved in it. The purpose of this study is to describe the patterns and forms of social networks of antique dealers, to describe the actors involved in social networks and to describe the functions of each of the actors involved. This study used a qualitative approach with social network theory perspective from James S. Coleman. The subject of this research is the antique dealers who run their business through social network and the role of actors realtor, wholesalers and collectors behind it. This research uses analytical model analysis techniques interactive Miles and Huberman. The results of this study indicate the existence of social networks in the antiques business in order to build social relationships between each other that are dynamically intertwined. The social capital aspect in social network plays an important role of trust and reciprocity between traders and traders, brokers with middlemen, wholesalers with collectors, and traders with middlemen in the process of hunting for antiques. While the relationship between realtor and middleman there is a hidden network that is done as one way to obtain maximum results.


Keywords: social network , the role of actors , antique dealer.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.