GAYA HIDUP KONSUMTIF PENERIMA BANTUAN PKH (STUDI DI DESA REJOSARI KECAMATAN KALIDAWIR KABUPATEN TULUNGAGUNG)

Paradipta Ajeng Prasiwi

Abstract


Abstrak


Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) untuk meringankan penerima PKH di bidang pendidikan dan kesehatan. Tujuan utama dibentuknya program PKH sejak tahun 2007 adalah untuk mengurangi angka dan memutuskan rantai kemiskinan, hampir sepuluh tahun bantuan PKH diberlakukan di Indonesia tetapi belum dapat mengurangi angka kemiskinan. Kecamatan Kalidawir menempati peringkat kedua penduduk termiskin terbanyak di Kabupaten Tulungagung tetapi kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan gaya hidup penduduknya. Warga Desa Rejosari Kecamatan Kalidawir menjadi penerima bantuan PKH terbanyak kedua se-KabupatenTulungagung juga memiliki tingkat konsumtif yang tinggi pada kendaraan bermotor di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian ditemukan bahwa penerima bantuan PKH memiliki gaya hidup konsumtif dilihat dari kepemilikan harta benda mereka. Dana PKH seharusnya dimaksimalkan untuk keperluan pendidikan dan kesehatan justru digunakan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. Dari hasil penelitian di lapangan dana bantuan program PKH dimanfaatkan untuk menunjang gaya hidup mereka untuk membeli barang mewah dikarenakan Hipperealitas dan simulacra yang didapat dari pengaruh iklan di televisi serta tidak ingin kalah saing dengan tetangga mereka yang mayoritas bekerja sebagai TKI. Saat ini Perkembangan teknologi dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang melalui iklan. Selain itu dilapangan menggambarkan bahwasannya para penerima PKH di Desa Rejosari tidak ingin kalah bersaing dengan para keluarga TKI. Sebagian penerima bantuan PKH lebih mengutamakan nilai simbolik dan tanda dari barang dan jasa yang dikonsumsinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif dari Jean P. Baudrillard agar dapat mengetahui bagaimana gaya hidup konsumtif yang dilakukan dalam keseharian mereka.


Kata Kunci : Mayarakat Miskin, Gaya Hidup, PKH 


 


Abstract


Program Keluarga Harapan (PKH) is a cash grant program to Poor Households. This program aims to assist PKH recipients in the field of education and health. The main purpose of the PKH program since 2007 is to reduce the number and decision of the poverty chain.but it has been almost ten years PKH implemented in Indonesia especially applied to Poor Households but still can not reduce the poverty rate in Indonesia. Kalidawir is second ranked of the poorest in Tulungagung but the condition is very contrary to the lifestyle of its residence. The data obtained, residents of Rejosari Village, Kalidawir Sub-district, became the second largest recipient of PKH aid in Tulungagung and has a high consumptive rate on motor vehicles in Tulungagung. This research uses analytic technic by Miles and Huberman. From the results of research PKH program assistance funds will they use to buy livestock, buy luxury goods due to the influence of advertising on television and do not want to lose competitiveness with their neighbors who mostly work as TKI. Currently developing technology can affect the lifestyle of a person through ads that can attract public interest. In addition, the reality in the field illustrates that the current recipients of PKH in Rejosari Village do not want to lose out to compete with the families of TKI. Some PKH beneficiaries in Rejosari Village now prefer the symbolic value and sign of the goods and services they consume. This study uses qualitative methods and uses the perspective of Jean P. Baudrillard in order to be able to know the consumptive way of life that is done in their daily life.


Keywords: The Poor, Life style, PKH 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.