KONSTRUKSI SOSIAL WALI SANTRI TERHADAP PROSES REHABILITASI MENTAL DI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH AL JANNATU DAARUL MA’WA

RISKA DEWI FATMAWATI

Abstract


Abstrak


Penelitian ini berbicara mengenai konstruksi sosial wali santri terhadap proses rehabilitasi mental di Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Umumnya pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang didirikan oleh kyai untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama. Hal ini berbeda dengan Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa yang menjadi tempat rehabilitasi mental gangguan kejiwaan.  Diketahui bahwa seharusnya gangguan kejiwaan diobati di rumah sakit jiwa.  Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan perspektif teori konstruksi sosial Peter L Berger. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermas terbagi menjadi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini diwujudkan dalam mengapa alasan wali santri memilih pondok tersebut sebagai tempat pengobatan keluarganya. Tahap pertama konstruksi sosial adalah eksternalisasi. Eksternalisasi berkaitan oleh stock of knowledge yang dimiliki wali santri tentang gangguan kejiwaan. Pengetahuan dasar ini meliputi pengetahuan tentang gangguan kejiwaan, pengobatan, pondok pesantren, kyai, dan ruqyah. Tahap kedua adalah objektivasi. Pada tahap objektivasi apa yang dibayangkan wali santri tidak sesuai dengan kondisi objektif. Awalnya wali santri memilih rumah sakit jiwa untuk mengobati keluarganya, namun hasilnya tidak memuaskan. Sebagian wali santri memilih tidak membawa keluarganya ke rumah sakit jiwa karena biaya yang mahal. Selanjutnya muncul Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa yang merupakan tempat rehabilitasi mental. Setelah mengikuti rehabilitasi di pondok pesantren tersebut keluarga wali santri membaik. Tahap terakhir adalah internalisasi. Pada tahap ini wali santri menerima Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa sebagai tempat rehabilitasi mental. Wali santri yakin bahwa pondok tersebut dapat menyembuhkan gangguan kejiwaan.


Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Wali Santri, Rehabilitasi, Pondok Pesantren


Abstract


This research talk about social construction wali santri on the process mental rehabilitation in Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa in Girimulyo village, Jogorogo, Ngawi. Generally islamic boarding school is a islamic education founded by kyai to teach the sciences religion. This is different from Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa where rehabilitation mental psychiatric disorders. Is known that psychiatric disorders it should treated in a mental hospital. This research is kulitative with social construction theory of Peter L Berger. Technique data analysis of Miles and Habermas are data reduction, data presentation, and conclusion. The result of this research manifested in why reason wali santri choose the place to treat a member of his family. The first phase construction society is eksternalisasi.  Eksternalisasi pertaining by stock of knowledge owned wali santri about psychiatric disorders. Basic knowledge includes knowledge of psychiatric disorders, treatment, islamic boarding school, kyai, and ruqyah. The second stage is objektivasi. At the objektivasi what imagined wali santri not in accordance with the objective condition . Originally wali santri choose the mental hospital to treat his family, but the result is unsatisfactory. In the other hand wali santri chose not bring his family to a mental hospital because the cost is expensive. Next, appear Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa that is a place of mental rehabilitation.  After undertaking rehabilitation in this place, the family of wali santri be better. The last stage is internlisasi. At this stage wali santri receive Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa as mental rehabilitation facility. Wali santri be sure that islamic boarding school can be cure psychiatric disorders.


 


Keyword: Social Construction, Wali Santri, Rehabilitation, Islamic Boarding School 


Abstrak


Penelitian ini berbicara mengenai konstruksi sosial wali santri terhadap proses rehabilitasi mental di Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Umumnya pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam yang didirikan oleh kyai untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama. Hal ini berbeda dengan Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa yang menjadi tempat rehabilitasi mental gangguan kejiwaan.  Diketahui bahwa seharusnya gangguan kejiwaan diobati di rumah sakit jiwa.  Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan perspektif teori konstruksi sosial Peter L Berger. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Hubermas terbagi menjadi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini diwujudkan dalam mengapa alasan wali santri memilih pondok tersebut sebagai tempat pengobatan keluarganya. Tahap pertama konstruksi sosial adalah eksternalisasi. Eksternalisasi berkaitan oleh stock of knowledge yang dimiliki wali santri tentang gangguan kejiwaan. Pengetahuan dasar ini meliputi pengetahuan tentang gangguan kejiwaan, pengobatan, pondok pesantren, kyai, dan ruqyah. Tahap kedua adalah objektivasi. Pada tahap objektivasi apa yang dibayangkan wali santri tidak sesuai dengan kondisi objektif. Awalnya wali santri memilih rumah sakit jiwa untuk mengobati keluarganya, namun hasilnya tidak memuaskan. Sebagian wali santri memilih tidak membawa keluarganya ke rumah sakit jiwa karena biaya yang mahal. Selanjutnya muncul Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa yang merupakan tempat rehabilitasi mental. Setelah mengikuti rehabilitasi di pondok pesantren tersebut keluarga wali santri membaik. Tahap terakhir adalah internalisasi. Pada tahap ini wali santri menerima Pondok Pesantren Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa sebagai tempat rehabilitasi mental. Wali santri yakin bahwa pondok tersebut dapat menyembuhkan gangguan kejiwaan.


Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Wali Santri, Rehabilitasi, Pondok Pesantren


Abstract


This research talk about social construction wali santri on the process mental rehabilitation in Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa in Girimulyo village, Jogorogo, Ngawi. Generally islamic boarding school is a islamic education founded by kyai to teach the sciences religion. This is different from Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa where rehabilitation mental psychiatric disorders. Is known that psychiatric disorders it should treated in a mental hospital. This research is kulitative with social construction theory of Peter L Berger. Technique data analysis of Miles and Habermas are data reduction, data presentation, and conclusion. The result of this research manifested in why reason wali santri choose the place to treat a member of his family. The first phase construction society is eksternalisasi.  Eksternalisasi pertaining by stock of knowledge owned wali santri about psychiatric disorders. Basic knowledge includes knowledge of psychiatric disorders, treatment, islamic boarding school, kyai, and ruqyah. The second stage is objektivasi. At the objektivasi what imagined wali santri not in accordance with the objective condition . Originally wali santri choose the mental hospital to treat his family, but the result is unsatisfactory. In the other hand wali santri chose not bring his family to a mental hospital because the cost is expensive. Next, appear Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa that is a place of mental rehabilitation.  After undertaking rehabilitation in this place, the family of wali santri be better. The last stage is internlisasi. At this stage wali santri receive Islamic Boarding School Salafiyah Al Jannatu Daarul Ma’wa as mental rehabilitation facility. Wali santri be sure that islamic boarding school can be cure psychiatric disorders.


Keyword: Social Construction, Wali Santri, Rehabilitation, Islamic Boarding School


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.