DAMPAK NEGATIF INDUSTRI PT. SEMEN INDONESIA TERHADAP MASYARAKAT DESA TEMANDANG

WIWIN NUR AFIFAH

Abstract


Abstrak


 Pembangunan PT. Semen Indonesia di desa Temandang memiliki konsekuensi logis terhadap masyarakat Desa Temandang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan structural konflik Dahrendorf menekankan pada posisi atau otoritas dalam struktur social masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pada proses sosial asosiatif terdapat kerjasama yang dilakukan oleh kepala desa dengan PT. Semen Indonesia dalam proses pembebasan lahan masyarakat petani. Sedangkan disasosiatif masyarakat yang terkena dampak melakukan kontravensi dan aksi blokir jalan. LSM Tuban, assosiasi ring I, dan aktivis menolak kehadiran PT. semen Indonesia. Dampak negatif Industri PT. Semen Indonesia sangat beragam diantaranya adalah kelangkaan sumber daya alam, konsumerisme masyarakat, perubahan social masyarakat progress, dan regress, kerusakan lingkungan, marginalisasi pekerjaan, pemudaran modal social, dan masalah ganti rugi terhadap dampak negatif yang tidak sesuai. Respon masyarakat Desa Temandang terhadap dampak negatif yang diakibatkan oleh PT. Semen Indonesia bagi perangkat desa dan kelompok menengah atas menerima dan membiarkan kehadiran perusahaan semen. Bagi masyarakat yang terkena dampak yaitu fatalisme dan safety first. Sedangkan bagi LSM, Assosiasi Ring I dan aktivis desa menolak dan melakukan demonstrasi.


 


Kata Kunci:  Industrialisasi, Demonstrasi, Kerusakan Lingkungan, dan Marginalisasi


Abstract 


 


Construction of PT. SemenIndonesia in Temandang village has logical consequence to Temandang village society. This research uses qualitative research methods with Dahrendorf structural conflict approach which focus on position or authority in social structure society. The results of this research show that on asosiative social process there were cooperative carried out by village chief with PT. Semen Indonesia for acquisition farmer land. While disasosiative social process, society who got impact do contravension and action to block the road. Tuban NGO, ring association one  and activists rejected the presence of PT. semen Indonesia. The negative impact from PT. semen Indonesiaindustry is scarcity of natural resources, society consumerism, social change progress and regress, environmental damage, marginalization of work, the collapse social capital, and compensation problem which not appropriate. Temandang village apparatus and middle up group response receive and allow the present of cement companies. For affected society fatalism and safety first. As for NGO, the association ring one and village activist reject and do demonstrations.


 


Keywords: Industrialization, Demonstrations, Environmental Damage, and Marginalization.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.