Fenomenologi Eksistensial Waria  Bunderan Waru

ROYYALI ADI PRADANA

Abstract


Abstrak


Penelitian ini mengkaji tentang waria Bunderan Waru di Sidoarjo dengan menggunakan pendekatan Fenomenologi eksistensial. Metode fenomenologi eksistensial digunakan untuk melacak dan menjelaskan pengalaman dan pemaknaan eksistensial waria Bunderan Waru. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pengalaman terletak pada saat subjek menjadi seorang waria mulai dari proses “menjadi”, mencari seorang konsumen dan ketika melakukan hubungan seks. Bentuk pengalaman lainnya tercermin pada pertukaran yang terbilang tidak seimbang antara subjek dengan penjaganya (Preman). Pasalnya preman cenderung menitik beratkan diarea Bunderan Waru saja, lepas dari area tersebut penjaga tidak bertanggung jawab atas kondisi sang waria terlebih ketika tertimpa kekerasan fisik dari konsumen. Sedangkan di posisi pemaknaan, seorang waria mampu mendapatkan sekaligus mengukuhkan identitasnya sebagai seorang waria disaat subjek berada di arena keluarga yang nantinya berkembang keranah public melalui proses interaksi. Pencarian akan pengalaman serta pemaknaan hidup  melalui perspektif fenomenologi eksistensial faktual berkualifikasi menjelaskan kondisi “mengada” subyek Waria kala menemui keberadaan dirinya sebagai being-for-itself “berada bagi dirinya‘”dan being-in-itself “berada dalam dirinya”. Lebih jauh, penelitian terkait turut memaparkan dimensi otentitas maupun mauvaise foi “keyakinan yang buruk” dari subyek Waria di Bunderan Waru Kabupaten Sidoarjo  melalui perspektif fenomenologi eksistensial.


Kata kunci; eksistensialisme, fenomenologi eksistensial, waria Bunderan Waru


Abstract


This study examines the roundabout Waru Sidoarjo transvestite with existential phenomenology approach . Existential phenomenological method is used to track and explain the meaning of existential experiences and transgender roundabout Waru . The results showed that the shape of the experience lies in the moment of being a transsexual subjects ranging from the process of " becoming " , looking for a customer and when to have sex . Other forms of experience are reflected in the exchange fee that is not balanced between subjects with guards ( Thugs ) . Because the thugs tend to emphasize diarea Waru roundabout course , apart from the area guard is not responsible for the condition of transsexuals especially when hit by physical abuse of consumers . While in the position of meaning , a transvestite able to get has established its identity as a transvestite when the subject is in the arena of family which later evolved keranah public through the interaction process . The search for the meaning of life through the experience and perspective of existential phenomenology qualified to explain the factual conditions " ridiculous " when the subject Shemale see where itself as being - for- itself " was for him ' " and being -in - itself " are in themselves " . Furthermore , related research helped expose mauvaise foi dimension of authenticity or " bad faith " of the subject Shemale in Waru Sidoarjo regency roundabout through the perspective of existential phenomenology.
Keywords; existentialism , existential phenomenology , transvestites , Sidoarjo


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.