PENGARUH TEKNIK BELAJAR MAKE A MATCH DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAM GAME TOURNAMENT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMP

Dzaina Dzuun Nimah

Abstract


Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa SMP setelah dilakukan pembelajaran IPA menggunakan teknik belajar make a match dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Game Tournament). Jenis penelitian ini adalah True Experimental dengan populasi seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sumberrejo. Sampel diambil secara acak yaitu kelas VIII-G sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-H sebagai kelas eksperimen. Data yang didapatkan meliputi hasil belajar berupa nilai pretest dan nilai posttest. Nilai pretest digunakan untuk uji normalitas dan homogenitas yang mana hasil analisisnya adalah sampel berdistribusi normal dan homogen. Nilai posttest digunakan untuk menentukan peningkatan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen yang menggunakan uji-t satu pihak dan gain score. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik daripada hasil belajar siswa pada kelas kontrol, dengan nilai thitung sebesar 7,26 sedangkan nilai ttabel sebesar 2,000. Kedua kelas mengalami peningkatan hasil belajar, namun kelas eksperimen lebih tinggi yakni 76 persen dengan kriteria tinggi sedangkan pada kelas kontrol adalah 58 persen dengan kriteria sedang.


 


Kata Kunci: pembelajaran IPA, teknik make a match, hasil belajar


 


Abstract


This study aimed to describe the junior high school student learning outcomes after learning science using techniques learned make a match with cooperative learning model TGT (Team Game Tournament). This type of research is True Experimental the population of all eighth grade students at SMP Negeri 1 Sumberrejo. Samples were taken randomly ie class VIII-G as the control class and VIII-H as the experimental class. Data obtained include learning outcomes in the form of the pretest and posttest values. Pretest value used to test for normality and homogeneity which the results of the analysis are normally distributed and homogeneous sample. Posttest value used to determine the increase in the control class and experimental class using t-test of the party and gain score. The results of students in the experimental class is better than the results of students in the control class, with a thitung value of 7.26 whereas ttable value of 2,000. Both classes have increased learning outcomes, but the experimental class higher at 76 percent with high criteria while the control class was 58 percent with moderate criteria.


 


Keywords: science teaching, make  a match technique, learning outcomes


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Statistik Pengunjung (Sejak 5 Agustus 2019)
Flag Counter
 
Indexing









 

 
Tools







 








Creative Commons License
Pensa E-Jurnal : Pendidikan Sains is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.