Upaya Pengembangan Desa Wisata Melalui Kelompok Sadar Wisata (Studi Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo)

Moch Isa Ansori Tomas

Abstract


Upaya Pengembangan Desa Wisata Melalui Kelompok Sadar Wisata (Studi Desa Kupuk Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo)


Moch Isa Ansori Tomas


13040674038 (S1 Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) email: ansori.tomas@gmail.com


                                                                      Muhammad Farid Ma’ruf, S.Sos., M.AP


0030057606 (S1 Ilmu Administrasi Negara, FISH, UNESA) email: muhammadfarid@unesa.ac.id  


Abstrak


Desa wisata merupakan kawasan pedesaan yang menawarkan keaslian pedesaan baik kehidupan sosial, budaya, adat istiadat yang ditunjang dengan adanya potensi wisata dan fasilitas pendukung dalam struktur kehidupan desa. Desa Kupuk merupakan salah satu desa yang sudah ditetapkan menjadi Desa Wisata pada tahun 2016. Oleh karena itu, harus ada upaya yang dilakukan kelompok sadar wisata dalam mengembangankan Desa Wisata Kupuk, namun dalam upaya pengembangannya kelompok sadar wisata masih mengalami beberapa hambatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pengembangan desa wisata melalui kelompok sadar wisata dan hambatan-hambatan yang dihadapi. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Desa Kupuk, Ketua dan Anggota Kelompok Sadar Wisata “Menjemput Impian”, Masyarakat serta Wisatawan. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan aspek-aspek dalam pengembangan wisata dapat ditarik kesimpulan bahwa, upaya pengembangan Desa Wisata Kupuk melalui kelompok sadar wisata sudah berjalan dengan baik. Hanya saja, dalam pengembangannya Kelompok Sadar Wisata “Menjemput Impian” masih mengalami hambatan-hambatan antara lain: Manajemen kepengurusan anggaran yang belum profesional yang mengakibatkan pemerintah desa kebingungan dalam menjembatani Kelompok Sadar Wisata “Menjemput Impian” dalam meminta bantuan dana kepada pemerintah daerah, ketersedian modal awal yang sedikit membuat POKDARWIS belum mampu melengkapi sarana dan prasarana wisata, kurang maksimalnya jalinan kemitraan dengan pihak swasta membuat belum adanya investasi serius yang masuk kedengan baik namun pemerintah desa masih mengalami beberapa hambatan-hambatan.


Kata Kunci : Upaya, Pengembangan, Desa Wisata, PADes


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.