INOVASI PELAYANAN  SALAM 20 MENIT PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DAN KEMATIAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PONOROGO

TOYIBATUR ROSIDAH

Abstract


Abstrak


Sebagai instansi penyelenggara pelayanan publik di tingkat Kabupaten, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan berbagai upaya agar lebih cepat dalam pembuatan akta baik kelahiran maupun kematian yaitu dengan membuat Inovasi Pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian. Inovasi ini merupakan Inovasi pertama di Ponorogo dengan pengurusan Akta Kelahiran dan Kematian dengan mudah, cepat dan tanpa biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan inovasi pelayanan salam 20 menit pembuatan akta kelahiran dan kematian di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Ponorogo, Kepala seksi kelahiran dan kematian, Kepala seksi perkawinan, perceraian, perubahan status anak dan pewarganegaraan dan Masyarakat Kabupaten Ponorogo yang menggunakan Inovasi pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian. Teknik analisis data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan mendeskripsikan inovasi pelayanan salam 20 menit pembuatan akta kelahiran dan kematian dari 5 (Lima) Faktor Keberhasilan Inovasi menurut Cook, Matthews dan Irwin dalam Grisna dan Wawan (2013) yaitu 1) Leadership, pemimpin Dukcapil harus bisa teknologi, loyalitas, integritas yang tinggi , berinovasi, mempunyai sifat yang diktator sedikit dan untuk model kepemimpinan yang ada di Dukcapil yakni Top Down dan Bottom Up.2) Management/Organization, langkah untuk membuat inovasi salam 20 menit yakni pertama dengan proses persiapan  tenaga, peralatan dan pelaksanaan.3) Risk Management, Semua risiko yang mungkin terjadi diberikan solusi yang baik untuk menjawab risiko tersebut, semua telah dimanajemen secara baik oleh pihak Dukcapil Dukcapil terutama dalam hal lobbying untuk akta kelahiran dan kematian ditolak dengan tegas oleh pihak Dukcapil. 4) Human Capital Kompetensi 44 pegawai Dukcapil dikatakan sangat baik. Untuk pelatihan yang dilakukan khusus yakni BIMTEK (Bimbingan teknis) untuk mengoperasikan aplikasi pelayanan.5) Technology, teknologi yang digunakan dalam pelayanan adalah aplikasi berbasis web. Dengan nama Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Untuk aplikasi berbasis sosmed yang dipakai Dukcapil yakni FB, Twitter, ig, fanspage dan juga web dari dukcapil itu sendiri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa inovasi pelayanan salam 20 menit pembuatan akta kelahiran dan kematian masih terdapat beberapa permasalahan dan belum sempurna, maka saran peneliti adalah menyempurnakan lagi Inovasi pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian agar bisa menjadi online, peremajaan dan penambahan alat-alat yang digunakan untuk Inovasi Pelayanan Salam 20 Menit Pembuatan Akta Kelahiran dan Kematian, menambahkan Pegawai pada Bidang Capil agar berjalan dengan baik dan lancar serta sebaiknya Dukcapil lebih gencar lagi dalam sosialisasi terkait Inovasi pelayanan Salam 20 Menit.
Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Inovasi.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.