ANALISIS KESIAPAN INOVASI LAYANAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN PELAYANAN PERIZINAN ELEKTRONIK (SIMPPEL) DI DINAS PENANAMAN MODAL, PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DAN TENAGA KERJA KABUPATEN TUBAN

SUSIANAWATI , TJITJIK RAHAJU

Abstract


Abstrak

SIMPPEL merupakan inovasi layanan yang diluncurkan oleh Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Naker Kabupaten Tuban pada Januari 2017. Namun dari awal pelaksanaannya hingga sampai saat ini masih belum ada masyarakat yang tercatat mengajukan perizinan melalui SIMPPEL, kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat banyaknya anggaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Naker Kabupaten Tuban dalam mewujudkan sistem perizinan online tersebut, namun masyarakat masih belum memanfaatkan inovasi layanan SIMPPEL dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui serta mendeskripsikan sejauh mana kesiapan inovasi layanan SIMPPEL di Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Naker Kabupaten Tuban. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknis analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi layanan SIMPPEL di Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Naker Kabupaten Tuban dapat dikatakan belum sepenuhnya siap, indikator ketidaksiapan dapat di lihat dari beberapa indikator meliputi: Kualitas layanan, menunjukkan bahwa daya tanggap yang dimiliki pegawai belum sepenuhnya baik karena tidak adanya verifikasi balasan setelah melakukan pendaftaran. Difusi inovasi, menunjukkan bahwa adanya kendala yang masih dihadapi pemohon adalah membutuhkan scanner untuk mengupload beberapa berkas penunjang. Literasi komputer dan teknologi, menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan masih belum menyeluruh. Budaya, masih memperlihatkan bahwa kondisi masyarakat belum sepenuhnya bisa beralih dari pelayanan manual. Kurangnya kesadaran, menunjukkan bahwa masyarakat masih belum ada kemauan untuk mencoba memanfaatkan SIMPPEL padahal sudah mengetahui layanan tersebut. Infrastruktur teknis, menunjukkan bahwa Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Naker Kabupaten Tuban masih belum memiliki server utama. Keamanan, menunjukkan bahwa masih belum adanya peraturan intern dari dinas. Oleh karena itu, peneliti dapat memberikan saran agar pihak dinas dapat lebih responsif dalam melayani perizinan online khususnya dalam tahap verifikasi pendaftaran, sosialisasi secara berkelanjutan, dibentuknya peraturan intern mengenai SIMPPEL, pemeliharaan dan perawatan perangkat secara berkala agar tidak terjadi trouble serta dapat memiliki server utama sendiri agar menghindari gangguan akses internet.

Kata Kunci : Analisis, Inovasi, SIMPPEL

Abstract

SIMPPEL is a service innovation launched by Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu and Tenaga Kerja at Tuban Regency in January 2017. But from the start of its implementation up until this moment there is still no community recorded doing licensing through SIMPPEL, the condition is unfortunate given the large number of budgets that have been issued by the Government of Tuban through the Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu and Tenaga Kerja at Tuban Regency in realizing the online licensing system, but the public is still not harnessing innovation SIMPPEL with good service. This research aims to be able to know and describe the extent to which innovation readiness service SIMPPEL in Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu and Tenaga Kerja at Tuban Regency. This research method used in the descriptive method is qualitative approach. Technical data analysis in this research was the collection of data, data presentation, data reduction and withdrawal of the conclusion or verification. The results showed that service innovation SIMPPEL in Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu and Tenaga Kerja at Tuban Regency and can be said to have not been fully prepared, indicators of unpreparedness could be seen from some indicators include: Quality of service, shows that the responsiveness that employee has not fully owned either due to lack of verification reply after registration. Diffusion of innovation, showing that the existence of the obstacles still faced by the applicant is in need of scanners to upload multiple file support. Computer and information literacy, shows that socializing is done still not thoroughly. Culture, still showed that the condition of the community has not been fully able to switch from manual service. Lack of awareness, suggests that the community there is still no willingness to try to capitalize on SIMPPEL but already know the service. Technical infrastructure, shows that Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu and Tenaga Kerja at Tuban Regency still not have a main server. Security, shows that it is still not the existence of the internal regulations of the Department. Therefore, researchers can give advice so that the parties can service more responsive in serving licensing online registration verification phase in particular, socializing continuously, make regulations regarding the intern SIMPPEL, maintenance and care of the device at regular intervals so as not to trouble occurs and can have its own primary server in order to avoid the interruption of internet access.

Keywords: Analysis, Innovation, SIMPPEL







Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.