ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN DI KELURAHAN KARANG POH KECAMATAN TANDES KOTA SURABAYA

RIKO ISMURTANTO

Abstract


ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERKOTAAN DI KELURAHAN KARANG POH KECAMATAN TANDES KOTA SURABAYA
(Studi Pada Program Pembuatan Telur Asin )  
Riko Ismurtanto Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya,
Coperrico@yahoo.com  
Abstrak


Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan Maret 2013 mencapai 28,07 juta. Meskipun  menunjukkan adanya pengurangan angka kemiskinan disetiap tahunnya, namun angka diatas tidaklah sedikit.  Untuk itu, diperlukan upaya penanggulangan yang dapat menuntaskan akar masalah kemiskinan. Salah satunya yaitu kebijakan PNPM Mandiri Perkotaan. Tujuan penelitian ini menjelaskan implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan khususnya program Pembuatan Telur Asin di Kelurahan Karang Poh Kecamatan Tandes Kota Surabaya. Program ini sendiri sejatinya di implementasikan di Kelurahan  Tubanan, dimana pada saat itu Kelurahan Tubanan masih terpisah dengan Kelurahan Karang Poh. Namun pada Tahun 2011 Kelurahan Tubanan sudah di merger dengan Kelurahan Karang poh.  Program ini sendiri berhenti pada Tahun 2012. Berdasarkan data kemiskinan Kelurahan Karang Poh Tahun 2014 mengatakan bahwa terdapat 679 jiwa  masyarakat tergolong miskin dan setengahnya yaitu berjumlah 399 jiwa masyarakat miskin berada di wilayah Tubanan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari Tim Fasilitator Kecamatan, Kordinator BKM, KSM setempat terkait pelaksanaan program. Penelitian ini dalam mengumpulkan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi PNPM Mandiri Perkotaan  pembuatan telur asin sudah dapat dikatakan cukup baik, ditunjukkan dari 1) variabel komunikasi diantara implementor sudah terjalin dengan baik; 2) Sumber daya yang dibutuhkan untuk implementasi program telah memadai; 3) Disposisi antar pihak yang terlibat cukup baik; dan 4) Struktur birokrasi pelaksanaan program telah berjalan baik sesuai dengan Standart Operational Prosedur (SOP). Penelitian ini merekomendasikan: 1) Perlu adanya pelaksanaan program kembali;  2) Adanya kejelasan tentang bagaimana manajemen pemasaran dan pengelolaan hasil dari usaha pembuatan telur asin ini; 2) Adanya peningkatan konsistensi dari pelaksana program khususnya yang berkenaan dengan cara pembuatan telur asin; 3) Serta Adanya penambahan anggaran dalam pelaksanaan program


Kata Kunci : Implementasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan, Program pembuatan telur asin


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.