PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH GAS ASETILEN PENGGANTI FLY ASH TERHADAP KUALITAS GENTENG BETON SESUAI SNI 0096:2007

IAN SYAHRIAL HIDAYAT HAS

Abstract


Limbah gas asetilen atau yang lebih dikenal dengan limbah karbit merupakan limbah yang dihasilkan dari pengelasan yang menggunakan karbit sebagai bahan bakunya. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah gas asetilen sebagai pengganti fly ash terhadap kualitas genteng beton sesuai dengan SNI 0096:2007. Komposisi genteng beton menggunakan bahan tambah limbah gas asetilen sebagai pengganti fly ash dengan campuran 0,82 kg semen portland : 0,55 kg fly ash : 3,1 kg abu batu.


Proses pembuatan benda uji genteng beton terdiri dari menyiapkan dan menimbang semen, fly ash, abu batu, dan limbah gas asetilen. Sebelumnya limbah gas asetilen dikeringkan, ditumbuk, dan diayak. Kemudian semua bahan penyusun ditambah dengan air dan diaduk hingga homogen. Campuran mortar dicetak menggunakan mesin otomatis. Perawatan dilakukan dengan menyiram genteng beton selama seminggu. Pengujian dilakukan pada umur 28 hari dengan uji sifat tampak, ukuran, kerataan, beban lentur, penyerapan air, dan rembesan air (impermeabilitas).


Hasil pengujian dilihat dari uji fisik yang meliputi uji sifat tampak, ukuran, dan kerataan diantara kelima komposisi hanya komposisi dengan penambahan limbah gas asetilen 0%, 25%, 50%, dan 75% yang memenuhi persyaratan SNI 0096:2007. Sedangkan dari uji mekanik yang meliputi uji beban lentur, penyerapan air, dan rembesan air (impermeabilitas) hanya komposisi dengan penambahan 0%, 25%, dan 50% yang memenuhi persyaratan SNI 0096:2007. Dapat disimpulkan bahwa persentase penambahan limbah gas asetilen sebagai pengganti fly ash pada campuran genteng beton agar optimal terhadap kualitas genteng beton sesuai dengan SNI 0096:2007 adalah 50% dari berat fly ash.


Kata Kunci: genteng beton, limbah gas asetilen


Acetylene gas waste or better known as carbide waste is waste generated from welding using carbide as raw material. This study aims to determine the effect of acetylene gas waste as a replacemet fly ash to the quality of the concrete tile in accordance with SNI 0096:2007. The composition of concrete roof tiles using materials added acetylene gas waste as a substitute fly ash with a mixture of 0.82 kg of portland cement; 0.55 kg fly ash; 3.1 kg stone dust.


The process of making concrete roof tile test object consists of preparing and weighing cement, fly ash, stone dust, and gas acetylene waste. Previous acetylene gas waste is dried, crushed and sieved. Then all the building blocks coupled with water and stirred until homogeneous. Mix mortar printed using automated machines. Treatment is done by watering the concrete tile for a week. Testing is done at 28 days to test the nature looks, size, flatness, bending load, water absorption, and seepage water (impermeability).


Seen from the test results of physical testing that includes testing the nature looks, size and flatness among the five compositions just waste gas composition with the addition of acetylene 0%, 25%, 50% and 75%, which meets the requirements of SNI 0096:2007. While the mechanical tests that include bending load test, water absorption, and seepage water (impermeability) only composition with the addition of 0%, 25% and 50%, which meets the requirements of SNI 0096:2007. It can be concluded that the percentage addition of acetylene gas waste instead of fly ash in concrete roof tiles so that an optimum mix of the quality of the concrete roof tiles in accordance with SNI 0096:2007 is 50% of the weight of the fly ash.


Keywords: concrete roof tiles, acetylene gas waste


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.