ANALISIS HUBUNGAN TEMPERATUR DAN KUAT TEKAN BETON PADA PEKERJAAN BETON MASSA (MASS CONCRETE) DENGAN METODE PORTLAND CEMENT ASSOCIATION (PCA) DAN U.S. BUREAU OF RECLAMATION

SANDY SAHRAWANI

Abstract


Beberapa dekade terakhir permintaan akan gedung pencakar langit semakin bertambah. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan gedung pencakar langit adalah pemilihan tipe pondasi. Salah satu pondasi yang digunakan adalah raft foundation. Raft foundation merupakan salah satu jenis pekerjaan beton massa. Berdasarkan ACI Commite 207.1R-05, beton massa adalah setiap volume beton dengan ketebalan lebih dari atau sama dengan satu meter, selisih yang diijinkan pada bagian inti, atas dan bawah yaitu 20°C, sehingga diperlukan pengontrolan agar tidak terjadi retak thermal.


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketebalan beton massa terhadap temperatur beton, mengetahui hubungan suhu udara luar dengan suhu beton massa, mengetahui pengaruh pekerjaan beton massa di raft foundation terhadap kuat tekan beton, dan untuk mengetahui perbandingan temperatur beton di lapangan dengan metode PCA dan U.S. Bureau of Reclamation.


Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar monitoring suhu dan lembar observasi kuat tekan beton.


Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur beton dapat dipengaruhi dari ketebalan pekerjaan beton massa. Temperatur puncak di lapangan terjadi pada zona B dihari ke-2 (jam ke 17-18), pada ketebalan 1,8 meter adalah 68°C dan ketebalan 3,8 meter sebesar 73°C. Hasil kuat tekan beton di lapangan dengan metode hammer test menghasilkan angka yang lebih tinggi dari mutu rencana. Dari hasil pengukuran suhu selama 6 hari, dimana selisih temperatur tidak lebih dari 20°C, maka dapat disimpulkan tidak terjadi retak thermal pada beton. Hasil perhitungan temperatur dengan metode PCA menghasilkan Ti sebesar 30,01°C, sedangkan hasil Ti rata-rata di lapangan sebesar 27,31°C. Untuk perhitungan Tmax menggunakan metode PCA menghasilkan angka 74,48°C, sedangkan hasil yang ada di lapangan yaitu 73,00°C. Berdasarkan metode U.S. Bureau Of Reclamation Tmax dari hari ke-1 sampai hari ke-6 semakin naik. Tmax terjadi pada hari ke-6 yaitu sebesar 63,56°C. Hasil pengukuran di lapangan, Tmax terjadi sampai pada hari ke-2 sebesar 73,00°C. Selanjutnya, temperatur beton mengalami penurunan sampai pada kondisi adiabatik.


Kata Kunci: Beton massa, Raft Foundation, Initial Temperature, Temperatur Maksimum, Kuat Tekan.


In the last few decades the demand for skyscraper is growing. Things that must be considered in the construction of skyscrapers is the selection of the type of foundation. One of the foundation used in the tall building is raft foundation. Raft foundation is one of kind work of mass concrete. According to ACI Commite 207.1R-05, mass concrete is any volume of concrete with a thickness of more than or equal one meter, the difference that is at the core, top, and bottom is 20°C, necessary in order to avoid thermal cracking.


The purpose of this research is to know the impact of thickness mass concrete against the temperature of concrete, to know the relation of the air temperature around the temperature of mass concrete, to know the impact of mass concrete work in raft foundation against strong press of concrete, and to compare the temperature of concrete in the field with the PCA and U.S. Bureau of Reclamation method.


The method of this research is kuantitatif descriptive. The data collected by using the method of the interview, observation, and documentation. The instrument of the research is using the monitoring temeprature and the observation strong press of the concrete.


The result showed that the concrete can be affected of a thickness of mass concrete work. Temperature of the top in the field in the B zone in second day (hours to 17-18). The temperature at the thickness of 1,8 meters is 68°C and the thickness of 3,8 meters is 73°C. The air temperature around the temperature of mass concrete inclined opposite until the second day. The strong press of concrete in the field used the hammer test method gives the figure is higher than the quality of the plan. From the results of monitoring for 6 days, the temperature not more than 20°C, then it doesn’t happen cracked thermal on the concrete. The results of the temperature with the method of PCA is Ti of 30,01°C, while the intermediate of Ti in the field of 27,31°C. For the calculation of Tmax used the PCA method gives the result in a number 74,48°C, while the result described in the field is 73,00°C. Based on the U.S. Bureau Of Reclamation method, Tmax resulting from the first day  until the sixth day is growing up. Tmax in the sixth day that is equal 63,56°C. The result of measurements on the field, Tmax happen until the second day of 73,00°C. Furthermore,  the temperature of concrete gradually decrease to the adiabatik condition.


Keyword: Mass concrete, Raft Foundation, Initial Temperature, Maximum of Temperature, Strong Press.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.