PENGARUH PANJANG LEWATAN (ld) DENGAN SAMBUNGAN MEKANIS PERSEGI ENAM TERHADAP KUAT TARIK BAJA TULANGAN

SANDI ANDIKA SURYA PUTRA

Abstract


Sambungan merupakan bagian struktur beton bertulang yang sangat penting. Fungsinya adalah mentransfer gaya dan berperilaku sebagai penghubung disipasi energi antara komponen-komponen yang disambung. Penempatan dan kekuatan sambungan perlu direncanakan dengan baik sehingga tidak menyebabkan keruntuhan prematur pada struktur. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi panjang lewatan optimum jika dikombinasikan dengan sambungan mekanis persegi enam terhadap kuat tarik (fu) baja tulangan. Selain itu, untuk mengetahui pengaruh sambungan lewatan dengan sambungan mekanis persegi enam terhadap kuat tarik baja tulangan.


Program penelitian dilakukan terhadap konfigurasi sambungan dengan variabel panjang lewatan. Variabel dalam penelitian ini yaitu panjang lewatan (ld), dengan 2 sambungan mekanis persegi enam dan panjang lewatan (ld) 26 db,  2 sambungan mekanis persegi enam dan panjang lewatan (ld) 21 db, 2 sambungan mekanis persegi enam dan panjang lewatan (ld) 16 db, 2 sambungan mekanis persegi enam dan panjang lewatan (ld) 11 db. Penerapan sambungan dilakukan melalui 3 buah benda uji pada tiap-tiap perlakuan dengan diameter tulangan (db) 10 mm. Masing-masing benda uji dilakukan uji tarik berdasarkan SNI 07-2529-1991 dan SNI 07-2052-2002 dengan diberikan beban vertikal.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja tulangan tanpa sambungan mekanis persegi enam memiliki tegangan leleh (fy) 487,27 MPa, tegangan tarik maksimum (fu) 649,20 MPa, beban maksimum 44,1 kN, dan perpanjangan (elongation) 18,214%. Selain itu diperoleh hasil panjang lewatan optimum sebesar 11db dengan tegangan leleh (fy) sebesar 357,73 MPa, tegangan tarik maksimum (fu) sebesar 499,05 MPa, dan beban maksimum sebesar 33,90 kN. Varisi sambungan lewatan yang dikombinasikan dengan sambungan mekanis persegi enam paling optimum dalam memikul tegangan tarik (fu) baja tulangan sebesar 11db.


Kata Kunci: Sambungan lewatan, sambungan mekanis persegi enam, kuat tarik 


Connection  is the most important part of reinforced concrete structures. Its function is to transfer force and act as a liaison between the energy dissipation of the components to be joined. Placement and connection strength need to be planned, so that its does not cause premature collapse of the structure. This study aimed was to get information the optimum tensile strength of combination lap splice connection with a hexagon mechanical connection. Furthemore, it is also to find out the effect of combination lap splice connection with hexagon mechanical connection.


Research program is conducted by reviewing the configuration of lap splice lenght. Variable in this study is a combination between lap splice connection 26db and hexagon mechanical connection, lap splice connection 21db and hexagon mechanical connection, lap splice connection 16db and hexagon mechanical connection, lap splice connection 11db and hexagon mechanical connection. Application of the connection is made throught 3 specimens in each treatment with diameter of reinforced bar (db) 10 mm. Each specimen tensile test is conducted by SNI 07-2529-1991 and SNI 07-2052-2002 with a given vertical load.


The result showed the reinforcing bar without hexagon mechanical connection have a yield strenght (fy) 487,27 MPa, ultimate tensile strenght (fu) 649,20 MPa, maximum load 44,1 kN, and elongation 18,214%. In addition the results obtains optimum lap splice lenght is 11db with yield strenght (fy) 357,73 MPa, ultimate tensile strenght (fu) 499,05 MPa, and maximum load 33,9 kN. Variation of combination lap splice connection with hexagon mechanical connection is most powerfull restraining tensile strenght by 11db.


Keywords: Lap splice, haxagon mechanical connections, tensile strength


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.