PENGARUH PENAMBAHAN KERAK TANUR TINGGI SLAG TERHADAP POROSITAS DAN PERMEABILITAS BETON GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DAN NAOH 10 MOLAR

M. NUR FAHMI FAUZI

Abstract


Pembangunan di dunia konstruksi yang terus berkembang menyebabkan kebutuhan beton yang semakin meningkat yang menyebabkan kebutuhan semen akan meningkat pula. Adanya proses produksi semen menghasilkan gas CO2 dalam jumlah banyak, untuk menyederhanakan 1 ton semen dapat menghasilkan 1 ton CO2 (Davidovits, 1994). Pembuatan beton geopolymer berbahan dasar fly ash dan kerak tanur tinggi slag yang biasanya menggunakan pemaparan suhu tinggi. Penelitian ini bertujan untuk mengurangi pemaparan suhu tinggi pada beton geopolymer dengan penambahan slag dan bagaimana pengaruhnya terhadap porositas dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penambahan 30% slag merupakan campuran yang optimum karena memperoleh nilai porositas dan nilai permeabilitas paling minimum.


Kata kunci : geopolymer, abu terbang, slag, porositas, permeabilitas


The increasing of concrete material has led to the increasing needs of cement . However, the production of cement releases CO2 in large quantities in the proportion of 1 ton of cement produces 1 ton of CO2 (Davidovits, 1994). Fly ash geopolymer concrete usually produced at high temperature. The purpose of this research is to eliminate the heat curing requirement of geopolymer concrete by using Slag addition. The porosity and permeability tests were carried out to evaluate the performance of geopolymer concrete. The results showed that optimum mixture was achieved by the addition 30% of slag due on the low value of porosity and permeability.


Keywords: geopolymer, fly ash, slag, porosity, permeability


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.