PENGARUH HIBRIDASI ANTARA SERAT BAJA DAN POLYPROPYLENE PADA PEMBUATAN BETON MUTU NORMAL DENGAN COPPER SLAG SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR

MOCH ABDUL GHOFUR

Abstract


Beton memiliki kuat tekan yang tinggi dan juga tahan terhadap api, air dan cuaca sehingga beton digunakan untuk  berbagai keperluan pembangunan struktur kecil maupun struktur besar. Namun demikian, beton memiliki kelemahan antara lain sifat yang getas, mudah retak pada umur beton yang dini sehingga jelas beton tidak mampu menahan beban tarik.


Maka dari itu penulis dalam penelitian ini akan memanfaatkan campuran hibridasi serat baja dan Polypropylene untuk memperbaiki kelemahan beton tersebut. Benda uji yang dipakai dalam penelitian silinder berukuran 15 x 30 cm. Prosentase serat yang digunakan yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dari berat semen. Dalam penelitian ini curing umur beton selama 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari serta jenis pengujian yang dilakukan yaitu tes uji kuat tekan dan uji berat jenis.


Kuat tekan yang dihasilkan dari prosentase penambahan serat mengalami penurunan rata-rata 21,96 MPa; 21,11 MPa, 18,14 MPa; 11,88 MPa. Dan berat jenis rata-rata 23,7; 24,2; 23,9; 23,4 N/mm3. Dari hasil pengujian tersebut prosentase kebutuhan serat yang optimum digunakan yaitu 2% dari berat semen.


Kata Kunci: Kuat tekan, Berat Jenis, Hibridasi, Serat baja dan Polypropylene


Abstract


Concrete has a high compressive strength and Also resistant to fire, water and weather so that concrete is used for various purposes of the construction of small structures and large structures. However, the concrete has a weakness, among others, the brittle, easy to crack at the early concrete age so that the concrete is not able to withstand the tensile load.


Therefore the authors in this study will utilize a mixture of hybridation of steel fibers and Polypropylene to improve the weakness of the concrete. The specimens used in the cylinder study were 15 x 30 cm.  Percentage of fiber used is 0%, 2%, 4%, 6% of the weight of cement. In this research curing age of concrete for 7 days, 14 days, 21 days, and 28 days and type of testing that is done is test of compressive strength test, and test of specific gravity.


The compressive strength resulting from the percentage of fiber addition has decreased an average of 21.960 MPa; 21,111 MPa, 18,141 MPa; 11.885 MPa. And average specific gravity of 23,7; 24,2; 23,9; 23,4 N/mm3 From the test result, the percentage of the optimum fiber requirement is 2% of the weight of cement.


Keywords: Compressive strength, Specific Gravity, Hybridation, Steel Fiber and Polypropylene.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.