STUDI VALUE ENGINEERING TAHAP DESAIN PROYEK PEMBANGUNAN PUNCAK CENTRAL BUSINEES DISTRICT (CBD) SURABAYA

ELVINA DWI YUSTISIA

Abstract


Persaingan dalam dunia industri konstruksi menuntut perusahaan konsultan sebagai perencana desain konstruksi bangunan untuk melakukan efisiensi penghematan terkait biaya konstruksi. Salah satu usahanya adalah dengan menerapkan Value Engineering (VE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui item pekerjaan apa saja yang dapat dilakukan penerapan VE dan berapa besar penghematan yang terjadi, bila VE diterapkan pada pekerjaan arsitektur.


Value Engineering (VE), yaitu suatu metode penghematan denagan merubah desain pekerjaan tertentu dengan desain yang lebih murah namun tetap mempertahankan fungsi, kualitas, dan performa. Setelah diadakannya VE maka diperoleh item berbiaya tertinggi. Kemudian dicari alternative material dengan kriteria biaya yaitu life cycle cost dan initial cost serta dengan kriteria non biaya matriks zero one dan penilaian kriteria. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan studi kasus Proyek Pembangunan Puncak Central Businees District (CBD), Surabaya.


Hasil Penelitian menunjukkan hasil VE pada pekerjaan pengecatan eksterior, pengecatan interior, lantai, plafond, sanitasi dan rolling door menghasilkan penghematan sebesar 9,81% total biaya (Rp. 9,741,242,520.37) pada pekerjaan arsitektur.


Kata Kunci: Value Engineering, Pekerjaan Arsitektur


Abstract


Competition in the construction industry requires the consultant company as building construction designer to do efficiency and cost savings related to construction costs. One of the economizing effort is by implementing the Value Engineering (VE). In this research what work items the VE implementation can do and how much the cost save by implementing VE at the beginning of architecture work.


Value Engineering (VE), ie, a method of saving by changing the currently design with the new one that is cheaper but still retain its function, quality, and performance. Based on assessing of value engineering at the pantry work resulted the highest cost. The alternative material will be considered to Life Cycle Cost (LCC) and Initial Cost with matrix non budget zero one criterian and criterian assessment. This research combined qualitative and quantitative research with a case study in the Puncak Central Businees District (CBD) Building Project, Surabaya


The result shows that by result VE on exterior painting, interior painting, floor, ceiling, sanitation, and rolling door could generate saving of 9,81% (Rp. 9,741,242,520.37) of total a architecture work.


Keywords: Value Engineering,  Architecture work


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.