ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN (LAND USE) TERHADAP DIMENSI SALURAN (Studi kasus pada SUB DAS Sidokare, Sidoarjo)

FITRA NORAYA PUTRI

Abstract


Perkembangan pembangunan merupakan konsekuensi dari bertambahnya jumlah penduduk dunia. Pertumbuhan penduduk yang pesat menuntut kebutuhan lahan untuk pemukiman sehingga berakibat pada berubahnya tata guna lahan. Kabupaten Sidoarjo terbagi atas beberapa Sub DAS yang masuk dalam DAS Pucang. Salah satu Sub DAS yang tergolong berkembang pesat adalah Sub DAS Sidokare. Perkembangan yang pesat pada Sub DAS Sidokare berdampak berubahnya fungsi lahan yang terjadi.


Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak perubahan lahan yang terjadi khususnya di bidang pengairan sehingga dapat dicari solusi agar tidak sampai terjadi genangan khususnya di Sub DAS Sidokare.


Hasil penelitian yaitu total kapasitas saluran Sub DAS Sidokare saat ini adalah 1089.0442 m3/det, sedangkan total debit yang membebani saluran adalah 94.7492 m3/det dengan pembagian 94.5490 m3/det akibat air hujan dan 0.2003 m3/det akibat debit air kotor. Besar debit hujan setelah perubahan tata guna lahan yaitu sebesar 227.4706 m3/det dengan pembagian 209.8583 m3/det akibat air hujan dan 17.6123 m3/det akibat debit air kotor. Secara perhitungan total kapasitas saluran mampu untuk menampung total debit, namun apabila dihitung berdasarkan tiap saluran, banyak saluran yang tidak mampu menahan debit yang ada. Solusi dari permasalahan yaitu perlu diadakannya normalisasi dan pembuatan rumah pompa di beberapa ruas saluran primer.


Kata Kunci: Tata guna lahan, debit, saluran


Abstract


Development progress is a consequence of the increase in the world population. Rapid population growth demands land for settlements, resulting in changing land use. Sidoarjo regency is divided into several sub watershed that entered in the Pucang River Basin. One of the fastest growing sub-waters is the Sidokare Sub DAS. The rapid development of Sidokare Sub DAS has affected the changing of the land function.


The purpose of the study to determine the impact of land changes that occur especially in the field of irrigation so that the solution can be searched so as not to occur inundation, especially in Sidokare Sub DAS.


The result of this research is the total capacity of Sidokare Sub DAS channel is 1089.0442 m3 / s, while the total discharge that overload the channel is 94.7492 m3 / s with the distribution of 94.5490 m3 / s due to rain water and 0.2003 m3 / s due to the discharge of dirty water. The amount of rainfall after the land use change is 227.4706 m3 / s with the division of 209.8583 m3 / s due to rain water and 17.6123 m3 / s due to the discharge of dirty water. Calculation of total channel capacity is able to accommodate total discharge, but if calculated based on each channel, many channels are not able to withstand the existing discharge. The solution of the problem is the need to hold the normalization and manufacture of pump houses in several primary channel segments.


Keywords: land use change, water discharge, total capacity.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.