PENGARUH SUBSTITUSI COPPER SLAG SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK BETON GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR FLY ASH

ARDHISA NARAWITA RENGGANIS

Abstract


Semen merupakan bahan pokok pembuatan beton yang membawa pengaruh buruk terhadap perusakan lapisan ozon. Produksi semen dunia memberikan kontribusi 1,6 juta ton CO2 atau 7% pelepasan CaO ke atmosfer. Copper slag adalah limbah pengolahan tembaga yang mempunyai karakteristik menyerupai agregat halus. Beton geopolimer merupakan teknologi pengembangan beton yang memanfaatkan fly ash sebagai pengganti semen. Peneliti akan membuat beton geopolimer berbahan dasar fly ash dengan copper slag sebagai bahan pengganti agregat halus. Beton geopolimer dibuat dengan mutu beton K-225 dan molaritas sebesar 10 M. Persentase substitusi copper slag yaitu 0%, 10%, 30% dan 50% terhadap agregat halus. Pengujian kuat tekan dan porositas dilakukan pada usia 28 hari dengan hasil berikut; mix-0 sebesar 17,27 Mpa dengan porositas 0,071%, mix-1 sebesar 20,57 Mpa dengan porositas 0,051%, mix-2 sebesar 22,28 Mpa dengan porositas 0,020%, mix-3 sebesar 25,87 Mpa dengan porositas 0,028%. Berat volume usia 28 hari mix-0, mix-1, mix 2 dan mix-3 berturut-turut adalah 2403 kg/m3, 2441 kg/m3, 2454 kg/m3 dan 2468 kg/m3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi copper slag terhadap agregat halus pada beton geopolimer mencapai nilai terbesar pada mix-3 yaitu subtitusi copper slag 50%. Berat volume pada mix-3 memenuhi berat beton normal sehingga beton geopolimer dapat digunakan untuk kebutuhan konstruksi ringan.


Kata Kunci: beton geopolimer, fly ash, copper slag, porositas


Abstract


Cement is a staple of concrete manufacture that has a negative effect on the destruction of the ozone layer. World cement production contributes 1.6 million tons of CO2 or 7% of CaO release to the atmosphere. Copper slag is a copper processing wastewater that has characteristics resembling fine aggregates. Geopolymer concrete is a concrete development technology that utilizes fly ash as a substitute for cement. Researchers will make fly-based geopolymer concrete with copper slag as a substitute for fine aggregates. The geopolymer concrete is made with K-225 concrete and molarity of 10 M. The percentage of copper slag substitution is 0%, 10%, 30% and 50% against fine aggregate. Test of compressive strength and porosity was performed at 28 days with the following results; mix-0 of 17.27 MPa with 0.071% porosity, mix-1 of 20.57 MPa with 0.051% porosity, mix-2 of 22.28 MPa with 0.020% porosity, mix-3 of 25.87 MPa with 0.028 porosity %. The weight of 28 day mix-0, mix-1, mix 2 and mix-3 volume was 2403 kg / m3, 2441 kg / m3, 2454 kg / m3 and 2468 kg / m3, respectively. The results showed that the substitution of copper slag on fine aggregate on geopolymer concrete reached the greatest value in mix-3 of 50% copper slag substitution. The volume weight of mix-3 meets the normal weight of the concrete so that the geopolymer concrete can be used for light construction needs.


Key words: geopolymer concrete, fly ash, copper slag, porosity


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.