PENGARUH SUBTITUSI FLY ASH DENGAN LIMBAH MARMER TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS BETON GEOPOLIMER PADA NaOH 15M

BINTI NUR FITRIAH SARI

Abstract


Belakangan ini, isu  pemanasan global menjadi perhatian di  dunia. Hal ini berdampak pada tuntutan akan green building terutama pada green material construction. Salah satu alternatif guna mengatasi dampak negatif dari produksi Semen Portland (PC) adalah menggunakan beton geopolimer. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa beton geopolimer berpotensi menghasilkan sifat mekanik yang lebih baik dengan adanya kandungan CaO pada fly ash dan dengan cara meningkatkan konsentrasi larutan NaOH. Limbah marmer memiliki kandungan CaO tinggi sebesar 98,63%. Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi fly ash dengan limbah marmer pada NaOH 15M terhadap kuat tekan dan porositas beton geopolimer. Pengujian dilakukan pada silinder dia. 10cm dan tinggi 20cm dengan variasi persentase subtitusi sebesar 10%, 30% dan 50%. Larutan alkali aktifator menggunakan molaritas 15M dan perbandingan SS/SH (Sodium Silikat : Sodium Hidroksida) 1 : 1,5.  Beton diuji pada umur 7 dan 28 hari dengan masing-masing 3 benda uji. Metode pembuatan  dan pengujian berstandar pada SNI serta mix desaign mengacu pada Nart and Sharker. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan dan porositas yang maximal terjadi pada subtitusi 10%. Hasil kuat tekan beton geopolimer pada umur 28 hari dengan subtitusi sebesar 0%, 10%, 30% dan 50% berturut–turut adalah 23.01 MPa, 31.83 MPa, 27.86 MPa, 19.72 MPa, dan porositas beton geopolimer sebesar 3.2%, 2.4%, 5.1%, dan  6.7%.


Kata Kunci: beton geopolimer, limbah marmer, fly ash, kuat tekan, pororsitas, aktifator.


Abstract


In recent years, issues of global warning is a concern in the world. This has an impact on the demand for green building mainly in green construction materials. One alternative to overcome the negative impact of the production of Portland cement (PC) is using geopolymer concrete. Some researchers say that the geopolymer concrete could potentially result in better mechanical properties by addition to the content of CaO in the fly ash and by increasing the concentration of NaOH solution.  A marble waste production has a high CaO content of 98.63%. This study was aimed to determine the effect of substituting fly ash with marble waste in NaOH 15M of compressive strength and porosity geopolymer concrete. Tests carried out on cylinders dim. 10cm and 20cm high with a substitution percentage variation that is used by 10%, 30% and 50%. Alkaline activator solution using 15M molarity ratio SS / SH (Sodium Silicate: Sodium Hydroxide) 1: 1.5. Test carried of Specimen at the age of 7 and 28 days with each of the three test specimens. Methods of making and testing standards of the SNI and mix desaign refers Nart and Sharker. The results showed that the compressive strength and porosity m occurs at 10% substitution. The results of compressive strength of geopolymer concrete at 28 days with the substitution of 0%, 10%, 30% and 50% respectively is 23.01 MPa, 31.83 MPa, 27.86 MPa, 19.72 MPa, and the porosity of the geopolymer concrete at 3.2%, 2.4%, 5.1%, and 6.7% .


Keywords: geopolymer concrete, marble waste, fly ash, compressive strength, porosity, activator.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.