PENGARUH SUBTITUSI LIMBAH MARMER PADA FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS BETON GEOPOLIMER PADA MOLARITAS 10M

IMAM AGUS ARIFIN

Abstract


Semen merupakan material yang hampir tidak bisa dihindari penggunaanya pada setiap pembangunan bidang infrastruktur. Gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pembuatan 1 ton semen kurang lebih juga sejumlah 1 ton. Masalah tersebut bisa dihindari dengan cara mengganti, atau mengurangi komposisi semen pada pembuatan beton. Beton geopolimer dibuat tanpa menggunakan semen, beton geopolimer dibuat menggunakan bahan dasar fly ash. Fly ash akan menjadi bahan pengikat setelah direaksikan dengan larutan alkali aktivator. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan CaO pada fly ash berpengaruh terhadap kuat tekan beton geopolimer. Limbah marmer merupakan material sisa produksi yang memiliki kandungan CaO tinggi, yaitu sebesar 98,63%. Penelititan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi limbah marmer pada fly ash, dan kaitannya dengan kuat tekan dan porositas beton geopolimer. Pengujian dilakukan dengan benda uji silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Larutan alkali aktivator menggunakan molaritas 10M dan perbandingan SS/SH (Sodium Silikat : Sodium Hidroksida) 1 : 1,5. Variasi persentase subtitusi yang digunakan sebesar 10%, 30% dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan subtitusi limbah marmer sebesar 10% memiliki kuat tekan paling tinggi pada umur 28 hari, yaitu sebesar 27,62 MPa dan porositas sebesar 5,45%.


Kata Kunci: beton geopolimer, limbah marmer, fly ash, kuat tekan, pororsitas, aktifator, binder, pemanasan global.


Abstract


Portland cement is one of building material almost inevitable in use for every infrastructure development. Greenhouse gases which is generated by production process of 1 ton cement is also approximately 1 ton.  In case of decreasing this problem, it’s necessary to look for alternative material for reduce of cement using. Geopolymer concrete is made without using of portland cement, it is made of fly ash base material. Fly ash become a binder after it has been reacted with an alkaline activator solvent. A lot of research about geopolymer concrete has been done, some of the result indicate that CaO content in fly ash give effect on compressive strength of geopolymer concrete. Marble waste is residual material of production that has high number of CaO content, which is equal to 98,63%. This research aim to determine the effect of marble waste substitution on fly ash and it’s correlation to compressive strength and porosity of geopolymer concrete. The test is done by cylindrical test object with 10 cm diameter and 20 cm height. Alkaline activator solvent using 10M molarity and SS/SH ratio (Sodium Silica : Sodium Hydroxide) 1:1,5. Variation of percentage substitution used is 10%, 30%, and 50%. The result show 10% substitution of marble waste has highest compressive strength on 28 days old, that is 27,62 MPa for compressive strenght and 5,45% porosity.


Keywords: geopolymer concrete, fly ash , compressive strength, porosity, activator, binder, global warming


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.