PENGARUH PENAMBAHAN ABU DASAR (BOTTOM ASH) PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DAERAH SURABAYA BARAT TERHADAP NILAI POTENSIAL SWELLING

ORYN WIJAYA

Abstract


Tanah ekspansif adalah istilah yang digunakan pada tanah yang potensi pengembangan atau penyusutan yang tinggi oleh pengaruh perubahan kadar air. Dalam pembangunan konstruksi, jenis tanah ini memiliki daya dukung yang lemah sehingga mengakibatkan kerusakan struktur pada konstruksi dan akan mengalami banyak kerugian jika tidak dilakukan perbaikan sifat tanahnya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh penambahan abu dasar PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik dalam menurunkan nilai potensial pengembangan dan mendapatkan komposisi abu dasar PT. Wilmar Nabati Indonesia, Gresik untuk memperbaiki nilai potensial pengembangan tinggi menjadi sedang.


Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental yang dilakukan di Labolatorium Mekania Tanah Universitas Negeri Surabaya. Variabel komposisi campuran tanah lempung ekspansif dan Abu dasar dengan variasi 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50% dan 62,5%. Rangkaian pengujian ini antara lain pengujian sifat fisik tanah, berat jenis tanah, kepadatan ringan tanah dan pengembangan tanah.


Nilai pengembangan untuk variasi campuran abu dasar 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50% dan 62,5% masing-masing 5,14%, 4,07%, 2,59%, 1,62%, 0,96% dan 0,21%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan abu dasar mampu menurunkan nilai pengembangan pada tanah lempung ekspansif yang semula tinggi menjadi rendah.


Kata Kunci: tanah ekspansif, abu dasar, potensi pengembangan.


Abstract


Expansive soils is a term used on land with high potential swelling or shrinkage by the effect of the changes in moisture content. In building construction, this type of soil has a weak soil bearing capacity resulting in structural damage to the construction and will be having a lot of harm if not improvement of soil properties. The purpose of this research is to know the effect of the addition of bottom ash of PT Wilmar Nabati Indonesia, Gresik in lowering the value of potential swelling and get the basic composition of bottom ash of PT Wilmar Nabati Indonesia, Gresik to improve high potential swelling medium.


This research uses experimental research methods conducted in the Laboratory Mekanika Tanah State University of Surabaya. The variable composition of expansive soils and bottom ash base with variations 0%, 12.5%, 25%, 37.5%, 50% and 62.5%. The test subjects include testing of atterberg limit test, specific gravity test, standard proctor test and potential swelling test.


Value of potential swelling for bottom ash mixed variations of 0%, 12.5%, 25%, 37.5%, 50% and 62.5% are 5.14%, 4.07%, 2.59%, 1.62%, 0.96% and 0.21%. The results showed that the addition of bottom ash is able to degrade the value of potential awelling on the original high expansive soil into low.


Keywords: expansive soil, bottom ash, potential swelling.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.