PENGARUH PENGGUNAAN ABU DASAR (BOTTOM ASH) PADA PAVING BLOCK DENGAN CAMPURAN LIMBAH KERANG SEBAGAI SUBTITUSI SEMEN

HILAL ACHMAD GHOZALI

Abstract


Industri batubara menghasilkan limbah bottom ash yang memiliki kandungan yang sama dengan semen yaitu silika (Si). Bottom ash yang didapat dari PT. Tjiwi Kimia mengandung silika (Si) sebanyak 19,6% dan mengandung kalsium (Ca) sebanyak 7,56%, sehingga dibutuhkan limbah kerang sebagai campuran tambahan untuk menutupi kekurangan kalsium (Ca) pada bottom ash. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh limbah bottom ash dan limbah kerang sebagai subtitusi semen pada paving block, karena paving block saat ini semakin digemari sebagai alternatif perkerasan jalan. Pembuatan paving block menggunakan pasir pasuruan, semen Gresik PPC, air yang berasal dari tempat industri paving block di Surabaya. Paving block dibuat dengan ukuran 21 x 10.5 cm dengan tebal 6 cm dengan komposisi 1 semen : 3 pasir. Pengujian dalam penelitian ini meliputi pengujian kuat tekan, penyerapan air dan ketahanan aus. Benda uji dibuat dengan 6 variasi, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% bottom ash dari berat semen, dan masing-masing varasi mendapat tambahan 2% kerang dari berat semen. Hasil pengujian kuat tekan 10%, 20%, 30% dan 40% bottom ash masuk ke dalam mutu B, sedangkan 50% bottom ash masuk ke dalam mutu D. Hasil pengujian penyerapan air 10% dan 50% bottom ash masuk ke dalam mutu D, sedangkan 20%, 30% dan 40% bottom ash masuk ke dalam mutu B. Hasil pengujian ketahanan aus 10% dan 20% bottom ash masuk ke dalam mutu B, sedangkan 30%, 40% dan 50% bottom ash masuk ke dalam mutu A.


Kata Kunci: Bottom ash, Kerang, Ketahanan aus, Kuat tekan, Paving block, Penyerapan air.


ABSTRACT


The coal industry produces a bottom ash waste that has the same content as cement, silica (Si). Bottom ash obtained from PT. Tjiwi Kimia contains silica (Si) as much as 19.6% and contains calcium (Ca) of 7.56%, so it takes shell waste as an additional mixture to cover the deficiency of calcium (Ca) on bottom ash. The purpose of this research is to know the effect of bottom ash waste and shell waste as cement substitution in paving block, because paving block is now more popular as an alternative pavement. Making paving block using Pasuruan sand, Gresik PPC cement, water coming from paving block industrial area in Surabaya. Paving block made with size 21 x 10.5 cm with thickness 6 cm with composition 1 cement: 3 sand. Tests in this study include testing of compressive strength, water absorption and wear resistance. The test specimens were made with 6 variations, ie 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50% bottom ash of the weight of cement, and each varation received an additional 2% of the shell from the weight of the cement. The results of the 10%, 20%, 30% and 40% bottom ash compressive strength go into quality B, while 50% bottom ash goes into quality D. The results of water absorption tests of 10% and 50% bottom ash fall into D , while 20%, 30% and 40% bottom ash categurize into quality B. The results of 10% wear resistance and 20% bottom ash test go into B quality, while 30%, 40% and 50% bottom ash enter into quality A.


Keywords: Bottom ash, Shells, wear resistance, Strength press, Paving block, Water absorption.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.