PENGARUH PENAMBAHAN COCONUT FIBER PADA PEMBUATAN BETON DENGAN COPPER SLAG SEBAGAI SUBTITUSI PASIR

HENDRICK SEPTIAWAN SUNARYO

Abstract


Beton memiliki kekurangan, dimana kuat lentur atau kuat tarik beton sangat rendah dan beton bersifat getas (brittle). Tulangan sendiri masih belom memberikan hasil yang optimal dan harga dari tulangan sendiri selalu meningkat, maka dari itu diberikan alternatif untuk meningkatkan kekuatan beton terutama pada segi kuat lentur atau kuat tarik dapat menggunakan serat (fiber). Serat sabut kelapa merupakan pilihan untuk mengurangi kekurangan beton karena serat serabut kelapa memiliki kuat tarik yang cukup baik. Serat serabut kelapa merupakan bahan tambah yang dapat dicampur dengan adukan beton yang dapat membantu meningkatkan kuat tarik atau kuat lentur beton.


Penelitian ini menggunakan 2 tipe benda uji yaitu balok beton dengan ukuran 60cm x 15cm x 15cm dan silinder dengan ukuran diameter 15cm dan tinggi 30cm. Terdapat 4 Variasi campuran beton dengan penambahan serabut kelapa dan subtitusi copper slag agregat halus yaitu Kontrol dengan komposisi beton OPC (Ordinary Portland Cement), benda uji 1 dengan komposisi penambahan serabut kelapa sebesar 2%, benda uji 2 dengan komposisi penambahan serabut kelapa sebesar 4% dan benda uji 3 dengan penambahan serabut kelapa sebesar 6%.       


Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan penambahan serabut kelapa pada beton didapatkan nilai kuat tekan yang menurun yaitu 12,74 MPa. Sedangkan untuk kuat tarik belah beton nilai optimum terdapat pada penambahan serabut kelapa sebesar  2% yaitu 2,41 MPa. nilai optimum untuk kuat lentur balok tanpa tulangan terdapat pada prosentase 2% yaitu sebesar 3,18 MPa. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa penambahan serabut kelapa pada adukan beton membuat kuat tekan menurun dan meningkatkan kuat tarik belah dan kuat lentur balok.


Kata Kunci : balok, copper slag, kuat tarik belah, kuat tekan, kuat lentur, serabut kelapa


ABSTRACT


Concrete has a weakness, where the flexural strength or tensile strength of the concrete is very low and brittle. The reinforcement itself still gives optimum results and the price of the reinforcement always increasing, hence it is given an alternative to increase the strength of the concrete especially on the strong side of bending or tensile strength can use fiber to strengthant. Coconut fiber is an alternative to reduce concrete deficiency because coconut fiber fibers can increase tensile strength. Coconut fiber fibers are added ingredients that can be mixed with concrete mix that can help increase tensile strength or flexural bending of concrete.


This research uses 2 types of test specimens that are concrete beam with size 60cm x 15cm x 15cm and cylinder with diameter and height are 15cm x 30cm respectively. There are 4 variations of concrete mix with addition of coconut fiber and substitution of fine aggregate copper slag that is control with OPC (Ordinary Portland Cement) composition, specimen 1 with composition of 2% coconut fiber addition, specimen 2 with coconut fiber addition composition of 4% and test specimen 3 with the addition of 6% coconut fiber.


The results of research that has been done with the addition of coconut fibers on the concrete got a compressive strength value decreased at least 12.74 MPa. While for the tensile strength of concrete the optimum value is found in the addition of coconut fibers of 1.32 kg / m³ of 2.41 MPa. The optimum value for the flexural bending strength of the reinforced beam is at 4% percentage of 3.18 MPa. From these results it can be seen that the addition of coconut fibers on the concrete mixture makes the compressive strength decrease and can increase the tensile strength and flexural bending of the beam.


Keywords: beam, copper slag, tensile strength, compressive strength, bending strength, coconut fiber


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.