PENGARUH WATER BINDER RATIO (W/B) TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR DRY GEOPOLYMER BERBASIS FLY ASH DENGAN NaOH 8 M

EVI RAHMAWATI

Abstract


Semen merupakan bahan yang sangat penting dalam kegiatan konstruksi. Namun semen memiliki dampak yang berbahaya bagi lingkungan apabila diproduksi dalam skala besar dan secara terus-menerus. Karena dalam produksi semen terjadi pelepasan CO2 ke atmosfer. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan bahan alternatif pembentuk lain yang memiliki kandungan sama seperti semen.

Geopolimer merupakan salah satu solusi untuk pembangunan konstruksi yang ramah lingkungan dengan alternatif substitusi parsial semen melalui penggunaan bahan hasil produk sampingan industri (by product material) seperti abu terbang, karena abu terbang memiliki kandungan Ca, Si dan Al tinggi seperti semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variasi Water Binder Ratio terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis Fly Ash. Tipe abu terbang yang digunakan yaitu abu terbang kelas C. Komposisi variasi (W/B) sebanyak 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% dan 55% dari berat volume mortar. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk mortar berukuran 5 cm%2 5 cm%2 5 cm dan diuji pada umur 7, 14 dan 28 hari sebanyak 72 sampel yang terdiri dari 8 variasi masing-masing adalah 9 sampel.

Dari hasil pengujian, pengaruh prosentase (W/B) sebesar 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% dan 55% memiliki nilai kuat tekan tertinggi pada prosentase (W/B) 40% yaitu sebesar 9,04 MPa pada usia mortar 28 hari. Nilai kuat tekan terendah pada prosentase (W/B) 25% yaitu sebesar 3,40 MPa untuk usia mortar 28 hari.

Kata kunci: mortar geopolimer, abu terbang, kuat tekan, water binder ratio (W/B)


Cement is a very important material in construction activities. However cement has a negative impact on the environment when produced in large scale and continuously. The production of cement takes the release of CO2 into the atmosphere. It take another alternative material that has the same high Ca, Si and Al content as cement mortar to solve the problem.

Geopolymer is one of solution to creating sustainable development with alternative partial substitution of cement through the use of industrial (by products material) such as fly ash, because fly ash has high Ca, Si and Al content such as cement. This research to determine the effect of water binder ratio variation on the compressive strength of mortar geopolymer based on Fly Ash. Type of fly ash that used is fly ash class C. The composition of water binder ratio variation is 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% and 55% by weight of mortar volume. The specimen used were cubic mortar with size 5 cm%2 5 cm%2 5 cm and tested at age 7, 14 and 28 days as many as 72 samples consist of 8 variation which each variation is 9 sample.

Result show that, the influence of percentage of water binder ratio (W/B) of 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% and 55% have the highest compressive strength value at percentage of water binder ratio 40% ie 9.04 MPa at age mortar 28 days. The lowest compressive strength value on the percentage of water binder ratio of 25% is 3.40 MPa for 28 day mortar age.

Keywords: geopolymer mortar, fly ash, compressive strength, water binder ratio (W/B).



Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.