A DESCRIPTIVE STUDY OF REPEATED DRILL EXERCISE IMPLEMENTATION AS A MEANS TO MEMORIZE THE VERB FORMATION

JARI SASTA PRASETYA

Abstract


Abstrak
Pembelajaran Bahasa, baik pertama atau kedua, dianggap sebagai pola pembiasaan (Xiangui, 2005). Seorang memahami tentang suatu bahasa adalah dikarenakan mereka menggunakannya sebagai tindakan pembiasaan. Sebagaimmana Masyarakat Indonesia mengerti dengan baik bahasa Indonesia karena Masyarakat Indonesia menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi setiap hari. Sementara Bahasa Inggris, di mana merupakan bahasa asing di Indonesia, menjadi bahasa yang sulit dipelajari oleh sebagian orang karena minimnya pembiasaan penggunaan bahasa ini. Beberapa pelajar Indonesia mengalami kesulitan untuk menerapkan bahasa untuk berkomunikasi satu sama lain. Penelitian ini dijelaskan tentang pelaksanaan mengulangi latihan “Drilling” untuk membantu siswa meminimalkan kesulitan belajar mereka dalam hal bahasa Inggris penguasaan kata kerja. Latihan “Drilling” berulang ini bertujuan untuk menjadi cara yang baik untuk membentuk pembelajaran bahasa Inggris menjadi kegiatan rutin. Selain itu, tujuan dari penelitian ini juga untuk mempelajari respon mahasiswa terhadap pelaksanaan “Drilling”.Pelaksanaan “Drilling” dalam penelitian ini meniru cara Pesantren - Pesantren Islam Indonesia yang menerapkan latihan “Drilling” dalam mempelajari transformasi kata kerja bahasa Arab (Shorof). Chatibul Umam (1980) di Sapri (2008), menyatakan bahwa keberhasilan Belajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Islam modern dan setiap jenis lain dari lembaga adalah penggunaan “Drilling” dalam mempelajarinya.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dari penelitian ini adalah X-1 siswa kelas X SMA N 1 Kediri. Sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi catatan lapangan dan wawancara. Observasi Catatan lapangan digunakan untuk mempelajari kondisi kelas saat latihan “Drilling” dilaksanakan. Wawancara dalam penelitian ini diberikan kepada para siswa dan guru bahasa Inggris untuk mendapatkan informasi yang tidak dapat diselesaikan melalui observasi kelas. Data diperoleh dari catatan lapangan dan wawancara menunjukkan bahwa latihan “Drilling” membantu siswa mengembangkan penguasaan bahasa Inggris verba mereka. Namun, dari analisis yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa pelaksanaan latihan “Drilling” dalam penelitian ini memiliki kedua kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya adalah bahwa ia bekerja untuk membuat siswa memahami dan menguasai kata kerja. Sementara kelemahannya adalah, itu tidak efektif dalam hal alokasi waktu dan sedikit tidak efektif dalam hal yang tepat untuk target.
Kata kunci: Drill, Latihan Drill, Pengulangan Drill, Pengusaan Kata Kerja, Kata Kerja Bahasa Inggris
Abstract
Language learning, first or second, is considered to be habit formation (Xiangui, 2005). People understand to a certain language is due to they use it as a habitual action. Indonesian people understand well to Indonesian language because the Indonesian uses Bahasa for communicating every day. While learning English, which is beyond the language that is used for daily communication, some Indonesian learners experienced difficulties to apply the language for communicating to one another. This study described about the implementation of repeated drill exercise to assist the students minimizes their learning difficulties in terms of English verb mastery. This repeated drill exercise was aimed to be a good way of forming the English learning into a habitual activity. Additionally, the purpose of this research is also to study the students’ responses toward the drill implementation. The drill implementation in this research imitated the way Indonesian Islamic boarding house implements the drill exercise in studying Arabic verb transformation (Shorof). Chatibul Umam (1980) in Sapri (2008), stated that the successful of Arabic Learning in the modern Islamic boarding houses and any other kinds of institutes is the use of drilling in studying it. This study used descriptive qualitative research. The sample of this study was the X-1 tenth graders of SMA N 1 Kediri. While the instruments used in this study were observation field note and interview. Observation field note was used to study the classroom condition while the drill exercise was implemented. The interview in this study was given to both students and the English teacher to get any information that couldn’t be covered through classroom observation. The data gained from the field note and interview showed that the drill exercise help the students develop their English verb mastery. However, from the analysis done by the researcher, it was found that the drill exercise implementation in this study have both strength and
Retain Volume 01 Nomor 01 Tahun 2015, 1-8
weakness. The strength is that it works to make the students understand and master verb. While the weaknesses are, it was ineffective in terms of time allocation and a bit ineffective in terms of right to target.
Key words: Drill, Drill Exercise, Repeated Drill, Verb Mastery, English Verb


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.