KONSEP PENYUTRADARAAN NASKAH DRAMA PENGAKUAN KARYA UTUY TATANG SONTANI SUTRADARA UNTUNG

UNTUNG

Abstract


Naskah drama Pengakuan karya Utuy Tatang Sontani ini cerita yang dibawa merupakan cerita di sebuah keluarga, dimana terjadinya keluarga tersebut tidak melalui adanya cinta atau suka sama suka. Tetapi terjadinya pernikahan tersebut karena berkotak masalah uang atau hutang orang tua si Susi. Dari pernikahan yang terpaksa sudah dipastikan hubungan Susi dengan kekasihnya akan hancur.
Gaya penulisan Utuy sangat sederhana dan konfensional dengan penggunaan dialog yang ringan, dialog-dialog keseharian. Alur dan setting tempat dan waktu juga jelas. Menariknya pada karya Utuy disini bagaimana dia membuat psikologi para tokoh dengan sempurna. Sehingga apa yang terjadi pada semua tokoh seakan terjadi pada penikmat. Dari sini kenapa penulis sangat tertarik untuk mengambil naskah Pengakuan karya Utuy Tatang Sontani untuk di analisis dan di garap untuk dipentaskan. Adapun batasan permasalahan hanya dalam bidang Struktural dalam drama, teknik bermain peran dan konsep pemeranan.
Teknik Berperan Menurut Rendra, Yaitu: (1) Teknik Memberi Isi. Teknik memberi isi adalah teknik untuk memberi isi pengucapan dialog-dialog untuk menonjolkan emosi dan pikiran-pikiran yang terkandung dalam dialog tersebut. Menurut Rendra (1982), teknik memberi isi adalah cara untuk menonjolkan emosi dan pikiran di balik kalimat-kalimat yang diucapkan dan di balik perbuatan-perbuatan yang dilakukan di dalam sandiwara. (2) Teknik Membina Puncak-Puncak. Teknik membina puncak-puncak adalah teknik yang dilakukan oleh pemeran terhadap jalannya pementasan lakon. Teknik ini dilakukan oleh pemeran untuk menuju klimaks permainan. (3) Teknik Timing. Teknik timing adalah teknik ketepatan waktu antara aksi tubuh dan aksi ucapan atau ketepatan antara gerak tubuh dengan dialog yang diucapkan. Selain itu teknik ini juga bisa digunakan untuk menjelaskan alasan sebuah aksi pemeran. Teknik ini harus dilatih terus menerus, sehingga tidak menjadi sebuah teknik tetapi lebih menjadi sebuah ilham atau intuisi dalam diri pemeran. Teknik ini kalau tidak dilakukan dengan tepat akan dapat merusak permainan kelompok, sebab ada kemungkinan terjadi tabrakan dialog antar pemeran

Kata kunci: Penyutradaraan, Stuktural, Naskah Drama.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.