NUNCA ANDES SOLO (Tinjauan Harmoni Musik Dalam Karya Komposisi Musik)

NOVEL VARIANTONO

Abstract


Karya ini berjudul “Nunca Andes Solo” dalam bahasa Indonesia yang berarti “tidak akan pernah berjalan sendiri”. Judul ini dimaksudkan untuk menceritakan pengalaman komposer dalam masa-masa kuliah yang mempunyai teman angkatan 2013 yang selalu setia membantu ketika komposer mengalami kesulitan dari segala hal yang ada di perkuliahan. Semua saling membantu dan mengingatkan jikalau ada informasi atau hal terbaru dalam perkuliahan. Karya musik “Nunca Andes Solo” merupakan karya komposisi yang memiliki format orkestra dalam penyusunannya, karya ini memiliki bentuk musik 3 bagian yaitu bagian A,B dan C. Bagian A memiliki kalimat a, a’, a1, dan a2. Bagian B memiliki kalimat b, b’, b2, b2’, b3 introdusi, b3, b3’. Bagian C memiliki kalimat c introduksi, c, c1, c1’, c2, c2’. Awal mula tempo yang dimainkan yaitu tempo Adagio yang dimana tempo ini memliki arti pelan dengan angka 60 atau 1 detik setiap ketukannya, kemudian berpindah ke tempo sedang yaitu moderato dimana dalam tempo ini di setiap ketukannya memiliki kecepatan 90kemudian tempo yang terakhir yaitu presto atau dengan tempo cepat. Tempo ini dimainkan dengan kecepatan 175 dalam setiap ketukannya.Dalam komposisi ini memiliki 120 birama yang dimana total keseluruhannya berdurasi kurang lebih 05.15 menit. Jika ditinjau dari segi fokus masalah penulisan, karya ini berfokus pada tinjauan harmoni dalam progres akhor.
Karya musik “Nunca Andes Solo” menggunakan beberapa hamoni dalam progres akhor di dalamnya yaitu, harmoni tiga suara, harmoni 4 suara dan harmoni 5 suara dalam progres akhor. Penulis akan menjabarkan masing masing harmoni dalam progres akhor tersebut yang terdapat di setiap bagian bagian karya musik ”Nunca Andes Solo”. Dalam karya “Nunca Andes Solo” ini memiliki 2 sukat dimana sukat pertama terdiri dari sukat 4/4 dengan tempo adagio dan moderato yang total biramanya terdiri dari 56 birama dari mulai birama 1 sampai dengan birama 56 kemudian sukat yang kedua terdiri dari sukat 3/4 dengan tempo presto yang total biramanya terdiri dari 119 birama dari mulai birama 57 sampai dengan birama 175. Bagian awal dalam karya  “Nunca Andes Solo” ini menggunakan tangga nada G Mayor kemudian pada bagian tengah-tengah terjadi modulasi menjadi A Mayor dan pada akhir lagu kembali lagi ke Tangga nada G mayor.
Proses penciptaan karya musik“Nunca Andes Solo”  ini menggunakan beberapa metode yang sudah dipelajari oleh komposer. Melalui banyak inspirasi yang diperoleh dari mendengarkan berbagai jenis musik yang biasa diputarkan di dvd dan juga beberapa dari musik orcestra yang sering didengarkan

Kata Kunci: progres akhor, Nunca Andes Solo


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.