BENTUK PERTUNJUKAN KESENIAN JARANAN TURONGGO JENGKI DI KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR

ERVINA YESSYEKA LOVIANI, ENIE WAHYUNING HANDAYANI

Abstract


Kesenian Jaranan Turonggo Jengki di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung mempunyai ciri yang unik yaitu pada struktur penyajiannya penyajiannya yakni memasukan unsur lawakan di dalam pertujukan. Kesenian Jaranan Turonggo Jengki tercipta terbentuk secara tidak sengaja, berawal dari perkumpulan seniman biasa kemudian salah seorang seniman menerima job Jaranan , salah satu menerima job Ngelawak di Kediri, dan seniman yang lain hanya datang untuk menonton. Namun pada saat hari dimana akan tampil salah satu teman berhalangan hadir karena ada kegitan, akhirnya seniman yang menonton diajak untuk ikut menggantikan. Selesainya Job tersebut mereka berfikir bahwa Jaranan yang mereka bawakan disukai oleh banyak penonton karena ada unsur lawakan yg menjadikan Jaranan ini unik beda dari Jaranan lain. Terbentuknya nama Turonggo Jengki sendiri berasal dari kata Turonggo berarti sepeda laki laki dan Jengki berarti sepeda perempuan, maka maknanya penonton laki laki dan penonton perempuan menyukai jaranan tersebut. Di awal tahun 2013 nama Jaranan Turonggo Jengki di resmikan karena para seniman jaranan ingin lebih dikenal di semua kalangan. Untuk menampung para generasi muda yang berjiwa seni tinggi dan sadar akan pelestarian kebudayaan maka dibentuklah komunitas tari Jaranan Turonggo Jengki yang diprakarsai oleh Amit Bagus Prasetyo. Kesenian Jaranan Turonggo jengki mempunyai ciri yang unik yaitu pada struktur penyajiannya yakni memasukan unsur lawakan di dalam pertujukan.Pada kesempatan inilah peneliti ingin mengkaji lebih jauh mengenai Bentuk dan Fungsi Kesenian Jaranan Turonggo jengki dengan rumusan masalah, 1). Bagaimana bentuk penyajian kesenian Jaranan Turonggo Jengki di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur ?, 2). Apa fungsi kesenian Jaranan Turonggo Jengki bagi masyarakat penikmatnya saat ini ?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitiannya yaitu Kesenian Jaranan Turonggo Jengki Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupeten Tulungagung dan objek penelitiannya Bentuk dan Fungsi Kesenian Jaranan Turonggo Jengki. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Bentuk oleh Soedarsono ( 1978:21-36), Teori Fungsi Soedarsono (2002:123.). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dan validitas data menggunakan triangulasi sumber, metode, dan waktu.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Bentuk Penyajian Kesenian Jaranan Turonggo Jengki Di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur mempunyai keunikan khusus yaitu pada bentuk penyajian yakni pertunjukan dengan menggabungkan antara kesenian jaranan dengan lawakan. Hal ini mengakibatkan jaranan ini berbeda dengan jaranan yang lainnya yang hanya menyajikan tarian saja. Dalam penelitian ini bentuk yang dimaksud adalah perwujudan yang diartikan sebagai hasil dari berbagai elemen tari dimana secara bersama-sama elemen itu menyatu dalam pertunjukan kesenian Jaranan Turonggo Jengki. Elemen-elemen pada Kesenian Jaranan Turonggo Jengki yaitu gerak, pola lantai, iringan, tata rias, tata busana, tempat pertunjukan, dan properti. Berdasarkan fungsi Kesenian Jaranan Turonggo Jengki yang bersifat kerakyatan memiliki dua fungsi yaitu fungsi primer dan sekunder, fungsi primer adalah sebagai media hiburan. Fungsi yang kedua yaitu fungsi sekunder yang terdiri sebagai pengikat dan pembangkit rasa solidaritas, media komunikasi, dan sarana kebutuhan ekonomi.
Kunci : Kesenian, Jaranan Turonggo Jengki, Tulungagng, bentuk, struktur, fungsi

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.