PENDEKATAN ANALISIS CLUSTER DALAM MENENTUKAN KARAKTERISTIK PELAKU PERCERAIAN DI KABUPATEN PONOROGO

ANGGA EKO PURNOMO

Abstract


Abstract


 


Divorce is the termination of marriage canceling the legal duties and dissolves the bonds of matrimony between a married couple under the rule of law. The number of divorce cases in Ponorogo is the highest in the region of the ex-county Madiun with 2029 number of divorce cases. This research aimed to know the characteristics of divorce prepetrators in Ponorogo.


The research method used was descriptive quantitative using cluster analysis. The data was collected using the engineering documentation and interview questionnaires. The results divided into 3 clusters namely are, cluster 1 with good predicate including Jambon, Jetis, and Siman subdistricts. Cluster 2 with medium predicate including Badegan, Bungkal, Ngrayun, Pulung, and Sooko subdistricts. Cluster 3 with bad predicate include Babadan, Balong, Jenangan, Mlarak, Ngebel, Kauman, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Sukorejo, and Slahung subdistricts. The results of  Z score for each cluster were positive and negative. Cluster 1 variables with positive Z score is variable structure of the region, while  variables with negative Z score include variable level of education, type of job, income level, age of first marriage, old marriage, number of children, and couple’s family background. Cluster 2 variables with positive Z score include variable type of job, income level, age of first marriage, old marriage, and the number of children, while a variables with negative Z score include variable level of education, couple’s family background, and structure of the region. Cluster 3 variables with positive Z score include level of education, type of job, income level, age of first marriage, number of children, couple’s family background, and structure of the region, while a variable variables with negative Z score is variable old marriage. The result of anova analysis with unknown variables influenced significantly to formation of the clusters in the Ponorogo include variable level of education, type of job, income level, number of children, and couple’s family background.


Keyword                : divorce,  characteristics of divorce prepetrators, cluster analysis


Abstrak


Perceraian adalah putusnya suatu hubungan antara suami dan istri yang disebabkan karena adanya suatu  masalah tertentu dan diputuskan oleh Pengadilan Agama. Jumlah kasus perceraian di Kabupaten Ponorogo merupakan yang tertinggi di wilayah eks-karesidenan Madiun dengan jumlah 2029 kasus perceraian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mengelompokkan karakteristik pelaku perceraian di Kabupaten Ponorogo.


 Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara kuesioner. Penelitian ini menggunakan Sampel 100 janda atau duda yang belum menikah lagi serta terdata di Pengadilan Agama Kabupaten Ponorogo. Teknik analisis yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis cluster dengan menggunakan metode Non-Hierarki atau K-Means Cluster, dengan cluster berjumlah 3.


Hasil analisis penelitian menunjukkan di wilayah Kabupaten Ponorogo terbagi menjadi 3 cluster yaitu cluster 1 dengan predikat cluster baik meliputi wilayah kecamatan Jambon, Jetis, dan Siman. Cluster 2 dengan predikat sedang meliputi wilayah kecamatan Badegan, Bungkal, Ngrayun, Pulung, dan Sooko. Cluster 3 dengan predikat buruk meliputi wilayah kecamatan Babadan, Balong, Jenangan, Kauman, Mlarak, Ngebel, Ponorogo, Sambit, Sampung, Sawoo, Slahung, dan Sukorejo. Hasil analisis masing-masing  cluster diketahui variabel-variabel yang memiliki nilai Z skor positif dan negatif. Cluster 1 variabel yang memiliki nilai Z skor positif yaitu variabel Struktur Wilayah dan variabel yang memiliki nilai Z skor negatif meliputi variabel Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan, Tingkat Pendapatan, Usia Perkawinan Pertama, Lama Perkawinan, Jumlah Anak, dan Latar Belakang Keluarga Pasangan. Cluster 2 variabel yang memiliki nilai Z skor positif meliputi variabel Jenis Pekerjaan, Tingkat Pendapatan, Usia Perkawinan Pertama, Lama Perkawinan, dan Jumlah anak, sedangkan variabel yang memiliki nilai Z skor negatif meliputi Tingkat Pendidikan, Latar Belakang Keluarga Pasangan, dan Struktur Wilayah. Cluster 3 variabel yang memiliki nilai Z skor positif meliputi Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan, Tingkat Pendapatan, Usia Perkawinan Pertama, Jumlah Anak, Latar Belakang Keluarga Pasangan, dan Struktur Wilayah, sedangkan variabel yang memiliki nilai Z skor negatif yaitu variabel Lama Perkawinan. Hasil analisis anova diketahui variabel-variabel yang berpengaruh signifikan  terhadap pembentukan cluster-cluster di wilayah Kabupaten Ponorogo meliputi  variabel Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan, Tingkat Pendapatan, Jumlah Anak, dan Latar Belakang Keluarga Pasangan.


Kata kunci            : Perceraian, Karakteristik Pelaku Perceraian, Analisis Cluster


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.