STRATEGI BERTAHAN HIDUP PETANI CABAI DESA TEGALAGUNG KECAMATAN SEMANDING KABUPATEN TUBAN

Candra Irawan

Abstract


Abstract


Chili agriculture is a business that changes into agricultural commodities especially land cultivation, chili seeds planting, the process of chili plant treatment, and its marketing. Tegalagung produced 1 tons of chili per 1 hectares. But it was less amount of production compared with other areas in Tuban with 14 tons per 1 hectares land. Because of this less chili production, farmers had to think alot to fulfill their family needs in this limited economic condition.


This study aimed to know chili farmers’ survival strategy limited economic condition. This study qualitative research. The data  were collected using observation, interviews and documentation.The subject of the research were chili farmers in Tegalagung Village, while object was chili farmers’ survival strategy survival to fulfill their family needs in this limited economic condition.


Chili farmer’ Survival strategy was by taking care and fertilizing plants in regular, optimizing water of a river, planting chili plant  assisted by their families; a wife and child. chili farmers’ Survival strategy fulfill their family needs in this limited economic condition was by making a side job such as food stall at home assisted by member of family, second was by priopritizing family expenditure for a primary need than ohter need, the thirdis by optimazing social netwok such as borrowing money to a friend, relatives, bank and a pawnshop.  


Keywords: survival strategy , farmers chili , agriculture chili , economy family


Abstrak


Pertanian cabai merupakan usaha yang bergerak di bidang pertanian komoditas cabai, utamanya mencakup usaha pengolahan tanah,  penanaman benih cabai, proses perawatan tanaman cabai, dan pemasaran hasil produksi pertanian cabai. Desa Tegalagung sendiri merupakan desa dengan perolehan hasil produksi cabai sebanyak 1 ton per 1 hektare lahan pertanian. Hasil ini terbilang sangat sedikit jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Kabupaten Tuban dengan kisaran angka 14 ton per 1 hertare lahan. Hasil produksi pertanian cabai yang seperti ini secara tidak langsung memaksa petani cabai untuk memutar otak guna untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dengan kondisi perekonomian yang terbatas.


Penelitian ini berutjuan untuk mengetahui strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani cabai dalam menghadapi kondisi perekonomian keluarga yang terbatas. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah petani cabai Desa Tegalagung, sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh keluarga petani cabai dalam menghadapi kondisi perekonomian keluarga yang terbatas.


Strategi bertahan hidup yang digunakan petani cabai dalam bertahan pada pertanian cabai adalah dengan cara perawatan dan pemupukan tanaman secara teratur, pengoptimalan sumberdaya air sungai, mengerjakan lahan pertanian cabai secara sendiri dan dibantu anggota keluarga istri dan anak. Strategi bertahan hidup yang dilakukan petani cabai untuk mencukupi kebutuhan keluarga adalah dengan cara melakukan pekerjaan sampingan dan dibantu oleh peran anggota keluarga istri dengan usaha membuka warung di depan rumah, kedua adalah melakukan penghematan dengan cara mendahulukan kebutuhan pangan dan menekan setiap pengeluaran kebutuhan keluarga lainnya, yang ketiga adalah dengan memanfaatkan jaringan sosial dengan cara meminjam uang kepada teman, kerabat, bank dan pegadaian.


Kata Kunci : strategi bertahan hidup, petani cabai, pertanian cabai, perekonomian keluarga


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.