BATIK LUKIS KARYA GUNTUR SASONO DI DESA CARAT KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN PONOROGO PERIODE 2008-2016

RIFQI NASHRUL FUAD AMRULLOH

Abstract


Abstrak


Di Ponorogo terdapat 3 seniman batik lukis salah satu yang dikenal adalah Guntur Sasono. Guntur menekuni batik lukis sejak tahun 2008. Didasarkan pada rasa ingin tahu tentang batik lukis Guntur Sasono secara lebih dalam maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana awal mula keberadaan Batik Lukis Guntur Sasono?, 2) Bagaimana konsep Batik Lukis karya Guntur Sasono? dan 3) Bagaimana perwujudan karya Batik Lukis Guntur Sasono?. Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan awal mula keberadaan Batik Lukis Guntur Sasono. 2) Mendeskripsikan konsep Batik Lukis Guntur Sasono. 3) Mendeskripsikan perwujudan karya Batik Lukis Guntur Sasono. Manfaat dalam penelitian ini adalah untuk insan akademis, home industry, dan pemerintah.


Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh saat penelitian. Untuk mendapatkan data secara valid dilakukan triangulasi data dan informan review.


Batik lukis Guntur Sasono sudah ada sejak tahun 2008 dengan dibarengi proses mengajar di SMAN 1 Kauman. Dalam prosesnya Guntur Sasono berkarya dengan melihat gejala-gejala yang ada disekitarnya seperti di pasar, di sekolah, di jalan, di alam dan juga melihat karya yang sudah ada kemudian dijadikan sebagai referensi. Hasil karyanya berupa kain untuk pakaian, hiasan dinding, souvenir berupa batik. Namun di sisi lain menurutnya berkarya seni seperti meniru itu tidak akan sama. Pada dasarnya ada perbedaan meskipun dalam segi teknik dan media yang sama, karena menurutnya motif lukisan yang ada di kanvas pasti bisa dilukis menggunakan kuas di atas kain. Dengan demikian Guntur beranggapan bahwa batik itu adalah sebuah teknik (bukan sekedar motif), yaitu cara membuat lukisan dengan menggoreskan lilin atau malam panas sebagai perintang warna.


Perwujudan Batik lukis Guntur Sasono umumnya berkonsepkan dari tema Figur Manusia dan Figur Fauna. Figur manusia hanya menceritakan tentang wujud kecintaan dan kekagumannya terhadap sosok wanita seperti Suminten, Three Angel, Dewi Fortuna, Dewi Bulan, Siluet Wanita, dan Telapak Tangan. Sedangkan pada Figur Fauna ia gemar mengambil ikon dari kota Ponorogo untuk dijadikan sebagai karyanya yang menjadi simbol seperti merak dan kuda. Di sisi lain ia juga senang pada bentuk-bentuk ikan, burung, serta tokoh Bujangganong.


 


Kata Kunci: Batik lukis, Guntur Sasono, Ponorogo.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.