Penggunaan Omoiyari Hyougen dalam Serial Animasi Death Note Karya Tsugumi Ohba

DEDI IRAWAN

Abstract


Abstrak

Dalam faktor sosial budaya dalam berbahasa, orang Jepang terkesan berempati, tahu malu, dan berhati-hati saat bertutur kata. Kehati-hatian dalam bertutur kata serta mempunyai empati terhadap lawan bicara inilah yang dinamakan omoiyari hyougen. Peneliti merasa bahwa sebagian pembelajar bahasa Jepang di Indonesia belum mengerti tentang pentingnya penggunaan omoiyari hyougen ketika bertutur kata dengan lawan bicara, khususnya dengan orang Jepang, sehingga peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam. Pada penelitian dengan judul “Penggunaan Omoiyari Hyougen dalam Serial Animasi Death Note Karya Tsugumi Ohba” ditemukan data tentang penggunaan omoiyari hyougen. Dalam penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah yaitu : 1) Bagaimana penggunaan omoiyari hyougen dalam serial animasi Death Note karya Tsugumi Ohba?, 2) Bagaimana faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan omoiyari hyougen dalam serial animasi Death Note karya Tsugumi Ohba?, 3) Bagaimana konteks yang mendasari penggunaan omoiyari hyougen dalam serial animasi Death Note karya Tsugumi Ohba?.

Untuk menjawab rumusan masalah pertama akan digunakan teori oleh Lebra (1976) yaitu tentang penggunaan omoiyari hyougen serta fungsi-fungsinya pada saat berkomunikasi. Rumusan masalah kedua akan dibahas menggunakan teori Chaer (1995) mengenai faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan omoiyari hyougen dan rumusan masalah ketiga akan dibahas dengan menggunakan teori oleh Toshio (1997) yaitu mengenai konteks yang mendasari penggunaan omoiyari hyougen. Adapun metode yang digunakan untuk mendapatkan data dalam penelitian ini adalah metode simak bebas libat cakap dan disertai juga dengan metode catat. Data dalam penelitian ini berupa tuturan-tuturan yang mengandung omoiyari hyougen dalam serial animasi Death Note karya Tsugumi Ohba.

Hasil penelitian ini adalah ditemukan penggunaan omoiyari hyougen dalam serial animasi Death Note sebanyak 68 data mengenai 5 fungsi yaitu dengan rincian memelihara konsensus 6 data, mengoptimalkan kenyamanan orang lain 29 data, timbal balik 21 data, komunikasi intuitif 1 data, perasaan bersalah 11 data. Data yang telah ditemukan diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan fungsinya. Demikian juga dalam penelitian ini ditemukan faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan omoiyari hyougen yaitu identitas sosial penutur, identitas sosial lawan tutur, dan lingkungan sosial tempat peristiwa tutur terjadi. Kemudian ditemukannya konteks yang mendasari penggunaan omoiyari hyougen yaitu gender, status sosial dan situasi. Dalam penelitian ini juga didapatkan hasil klasifikasi baru berupa pengembangan dari klasifikasi fungsi oleh Lebra (1976).

Kata Kunci: omoiyari, hyougen, empati, sosiopragmatik

Abstract

In socio-cultural factors of language, Japanese people seem empathetic, shameless, and careful while having a conversation. Carefulness in conversation and having empathy for the interlocutor is called omoiyari hyougen. Researcher feel that some Japanese language learners in Indonesia do not understand the importance of using omoiyari hyougen while having a conversation with interlocutors, especially with Japanese people, so researcher is interested in studying more deeply about it. In the research entitled "The Use of Omoiyari Hyougen in the Death Note Animation Series by Tsugumi Ohba" data was found about the use of Omoiyari Hyougen. In this study there are three problem formulations, which is : 1) How is the use of Omoiyari Hyougen in the Death Note animated series by Tsugumi Ohba ?, 2) What are the social factors that influence the use of Omoiyari Hyougen in the Death Note animated series by Tsugumi Ohba ?, 3) What is the underlying context in the use of Omoiyari Hyougen in the animated series Death Note by Tsugumi Ohba ?.

To answer the first problem formulation, a theory by Lebra (1976) about the use of omoiyari hyougen and its functions will be used. The second problem formulation will be discussed using Chaer (1995), the theory is regarding social factors that influence the use of omoiyari hyougen and the third problem formulation will be discussed using theory by Toshio (1997) which is about the underlying context in the use of omoiyari hyougen. The used method to obtain data in this study is a observe method and also a note-taking method. The datas in this study are in the form of utterances containing omoiyari hyougen in the animated series Death Note by Tsugumi Ohba.

The use of omoiyari hyougen in the Death Note animated series were found, the results of data this study is 68 data on 5 functions, which is 6 data of maintaining consensus, 29 data of optimizing the comfort of others, 21 data of reciprocity, 1 data of intuitive communication, 11 data of feeling guilty. The data that has been found is classified and analyzed based on its function. Also, in this study found social factors that influence the use of omoiyari hyougen which is the social identity of the speaker, the social identity of the interlocutor, and the social environment in which the speech occurred. Then, found the context that underlies the use of omoiyari hyougen which is gender, social status and situation. In this study also obtained the results of a new classification of the development from the classification of functions by Lebra (1976).

Keywords: omoiyari, hyougen, empathy, sosiopragmatic.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.