PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK PEMBELAJARAN PADA TEMA HIDUP RUKUN DALAM INDIKATOR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN DUKUH TUNGGAL LAMONGAN

RAHMAT PERDANA

Abstract


Studi pendahuluan peneliti seperti yang terjadi pada tema Hidup rukun indikator bahasa Indonesia. Pada tema hidup rukun membahas tentang materi identifikasi unsur cerita rakyat. Materi seperti ini kurang dapat dipahami oleh siswa dikarenakan guru hanya menerangkan tanpa adanya suatu interaksi antara guru dan murid. Tidak adanya media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam proses penyampaian materi sehingga visualisasi pada siswa menjadi kurang. Hal ini menjadikan siswa sulit untuk menentukan topik atau tema pada sebuah cerita. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam penyampaian materi identifikasi unsur cerita rakyat melalui media komik pembelajaran sebagai proses pembelajaran pada tema Hidup rukun pada indicator Bahasa Indonesia.


                Pengembangan ini menggunakan model pengembangan R&D oleh Sugiyono. Model pengembangan ini dipilih karena langkah-langkah pengembangan yang sistematis dan mudah dilaksanakan dalam penelitian. Model pengembangan ini memiliki sepuluh tahap pengembangan yang komplit sehingga berpotensi untuk menghasilkan produk/media yang baik dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Disesuaikan dengan kebutuhan, penelitian ini hanya menggunkaan enam tahapan yakni potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi, revisi desain dan ujicoba pemakaian.


Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi, angket, dan wawancara. Data hasil pengembangan divalidasi yang terdiri dari penilaian ahli dan uji coba. Hasil analisis data dan pengembangan terhadap uji ahli materi I 90% yakni tergolong sangat baik, terhadap uji ahli materi II 100% yakni tergolong sangat baik, terhadap uji ahli media I 90% yakni tergolong sangat baik, terhadap uji ahli media II 95% yakni tergolong sangat baik, sedangkan uji coba perorangan peserta didik 90% yakni tergolong sangat baik dan hasil tesnya 86,5% yakni tergolong sangat baik, peserta didik kelompok kecil yakni 76% yang tergolong baik dan tesnya yakni 92% yang tergolong sangat baik, dan yang terakhir peserta didik kelompok besar yakni 92% yang tergolong sangat baik dan tesnya yakni 93,6% yang tergolong sangat baik.


Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa perlakuan dengan menggunakan komik pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami indikator Bahasa Indonesia materi mengindentifikasi cerita pada cerita rakyat.


Kata kunci : pengembangan, komik pembelajaran, Bahasa Indonesia.


Abstrac


Preliminary study of the researcher like what happened in the theme of life back together in indonesian language indicators. On the theme of life back together also discusses about folklore elements identification material. This material is hard to be understood by the students because the teacher simply explains without the existence of any interaction between teachers and students. There is no media of learning used by the teacher to explain the material, hence this causes a lack of visualize of the students. Moreover, students also will be hard to define a topic or theme of a story. Thus this paper aims to develop the learning media of folklore’s element identification through comic learning media as a learning process on the theme of life back together in Indonesian language indicator.


This development uses R&D model development by sugiyono. This model of development was chosen because of the systematically steps and easily carried out in research. This model of development has ten completed stages of development hence potentially to produce good and fit product / media in learning process. However in this study only uses six steps; potential and matter, collection of data, design a product, validation, revision of the design and trial of discharging.


The collection of the data uses documentation, questionnaire, and  interview with questionnaire. The results of the data are validated and consists of the expert assessment and the trial.The results of the analysis and development for Media experts test I 90 percent of which is classified as very good, for Media experts test II 100 percent of which is classified as very good, for Media experts test I 90 percent of which is classified as very good, for Media experts test II 95 percent of which is classified as very good, whereas personal student test of 90 percent of which is classified as very good and for the result of the test 86,5 percent of which is classified as very good, the small group of students 76 percent of which is classified as very good and the test result 92 percent also classified as very good. The last one is for the big group of student 92 percent of which is as classified as very good and the test result 93 percent of which is also classified as very good.  


To sum up, the using of media comic learning can help students in understanding folklore elements identification material in Indonesian language indicator.


Key words:  development, comic learning, Indonesian language.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.