ANALISIS PERALATAN PERMAINAN RAKYAT DAN OLAHRAGA TRADISIONAL (STUDI KASUS DI MUSEUM NEGERI MPU TANTULAR)

CHATRINE CIPTARISKA DJOLO, ANDUN SUDIJANDOKO

Abstract


ANALISIS PERALATAN PERMAINAN RAKYAT DAN OLAHRAGA TRADISIONAL

(STUDI KASUS DI MUSEUM NEGERI MPU TANTULAR)

Chatrine Ciptariska Djolo

Mahasiswa S-1 Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Olahraga,

Universitas Negeri Surabaya, chatrinedjolo39@gmail.com

Abstrak

Permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan salah satu warisan hasil budaya masyarakat Indonesia yang perlu untuk dilestarikan, selain sebagai ilmu pengetahuan permainan rakyat dan olahraga tradisional juga memiliki banyak manfaat dan peran. Museum negeri Mpu Tantular salah satu museum umum yang menyediakan layanan untuk memperkenalkan peralatan permainan rakyat tradisional kepada pengunjung. Peralatan yang ada di museum digunakan oleh pihak dengan memperkenalkan kemudian mengajak bermain pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan peralatan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Museum Negeri Mpu Tantular. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi langsung di lapangan. Instrumen wawancara digunakan kepada informan key atau primer yaitu kepala UPT, kepala bagian preparasi dan bimbingan edukasi, dan pemandu permainan olahraga tradisional. Kemudian kepada informan sekunder yaitu kepala koleksi dan konservasi, dan pengelola dokumen cagar budaya dan koleksi museum. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dari narasumber, permainan yang ada di museum diperkenalkan untuk rekreasi dan karena mengandung nilai-nilai positif. Beberapa peralatan permainan yang dimiliki oleh museum tidak begitu banyak karena hanya sebagai koleksi sekunder diantaranya: Egrang, bakiak/terompa panjang, gasing, etek-etek, dakon dan permainan tanpa alat seperti gobak sodor, dan bekel. Beberapa penambahan alat permainan juga dari mahasiswa magang yakni: tilako, gasing, yoyo, etek-etek, dan karung goni. Dari hasil observasi terakhir yang dilakukan jumlah peralatan permainan yang tersisa sedikit karena rusak dan hilang yakni: gasing, yoyo, etek-etek, tilako, terompa panjang masih cukup banyak yang bisa dipakai dan beberapa sisanya sudah rusak, sedangkan untuk egrang tidak ada kerusakan atau masih utuh. Permainan yang masih aktif digunakan sekarang ialah terompa panjang dan egrang karena alat tersebut masih banyak dan layak pakai daripada yang lainnya. Kesimpulan yang diperoleh mengenai keberadaan peralatan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Museum Negeri Mpu Tantular masih tergolong sedikit karena bukan sebagai koleksi primer. Walaupun demikian peralatan permainan sudah digunakan sebagaimana mestinya dengan tujuan dan harapan dapat memberi manfaat bagi pengunjung maupun museum dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

Kata Kunci : Peralatan

ANALYSIS OF FOLK GAMES EQUIPMENT AND TRADITIONAL SPORTS

(CASE STUDY IN THE MPU TANTULAR STATE MUSEUM)

Abstract

Folk games and traditional sports are one of the Indonesias cultural heritage which needs to be preserved. In addition to knowledge, folk games and traditional sports also have many benefits and roles. Mpu Tantular State Museum is one of the public museums that provides services to introduce traditional folk games equipment to visitors. Existing equipment in the museum are used by parties to introduce and then invite visitors to play. The research has a purpose for determine the existence of traditional folk games and sports equipment in the Mpu Tantular State Museum. The research method uses a qualitative descriptive approach. Data collection methods are used by interviews, namely by direct observation and documentation in the field. The interview instruments are divided into 2 types, key or primary informants and secondary informants. Key or primary informants were carried out with the head of the UPT, the head of the preparation department, educational guidance, and guides to traditional sports games. Then the secondary informants were conducted with the head of collection and conservation, the manager of cultural heritage documents and museum collections. Based on the results of research through interviews from informants, the game in the museum was introduced for recreation because it contains positive values. The museum has not many of game equipment because only as a secondary collection, including: Egrang, Terompah Panjang, Gasing, Etek-Etek, Dakon and games without tools such as Gobak Sodor, and bekel. There are also the additions of game equipment from the internship students, such as: Tilako, Gasing, Yoyo, Etek-Etek, and Karung Goni. From the results of the last observation that has been done, the amount of game equipment remaining is small due to damaged and lost. Those are yoyo, etek-etek, and tilako. Terompah panjang are still enough to be used and some of them are damaged. While, Egrang there is no damage or still intact. Games that are still actively used until now are Terompah panjang and Egrang because these number of devices are still greater and more suitable to use than others. The conclusions that can be obtained regarding the existence of traditional folk games and sports equipment in the Mpu Tantular State Museum are still relatively few because they are not as primary collections. Nevertheless, game equipment has been used properly with the aim of being able to benefit both visitors and museums in preserving the nations cultural heritage.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.