PEMBELAJARAN MUSIK KERONCONG DI SMKN 12 SURABAYA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA

SYNTHIA DEWI ARINDI

Abstract


Musik Keroncong telah menjadi bagian budaya musik bangsa Indonesia, yang di dalamnya terdapat karakteristik yang mengandung nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Dewasa ini, musik Keroncong mulai redup seiring dengan selera seni yang mengalir mengikuti zaman. SMKN 12 Surabaya berupaya melestarikan musik Keroncong melalui pembelajaran intrakurikuler pada Jurusan Seni Musik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tentang perencanaan, pelaksanaan, kendala, dan dampak pembelajaran musik Keroncong sebagai upaya pelestarian di SMKN 12 Surabaya. Pembelajaran pada penelitian ini  mengcu pada teori milik Djamarah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripstif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Kevalidan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Teknik analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, data display, dan simpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pada perencanaan yang disusun guru berupa silabus dan RPP yang berpedoman pada kurikulum 2013. Pada Pelaksanaan pembelajaranya,materi yang diberikan berupa irama dasar, progres akord, lagu Keroncong arrasnsemen dasar, yang disampaikan dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, drill, tutor sebaya. Terdapat ketidak sikronan antara RPP dan pelaksanaan berupa metode dan langkah pembelajaran, hal tersebut dilakukan guru karena, menyesuaikan kemampuan peserta didik agar dapat menerima materi dengan mudah. Pemberian materi musik Keroncong disampaikan pada pertemuan pertama dan kedua, pada pertemuan selanjutnya merupakan proses latihan bersama guru dan evaluasi hasil belajar. Kendala pada pembelajaran yakni pada faktor siswa yang kurang maksimal dalam menerima materi dan belum tersedianya sumber belajar berupa buku. Dampak positif dari pembelajaran musik Keroncong yakni dapat melestarikan musik Keroncong.

Kata Kunci : Musik Keroncong, Pelestarian Budaya dan Pembelajaran

Keroncong has become the part of Indonesian music culture, which inside existed characteristic that contained indonesian culture values. Recently, keroncong starting to extincted along with art preference which flowed with age. SMKN 12 Surabaya aim to conserved keroncong through intracuriculer learning on music departemnet. The purpose of this research were to describe planning, problem, and effect of keroncong learning as an conservation effort on SMKN 12 Surabaya. Learning in this research refered to Djamarah’s theory.       
This research applied descriptive qualitative approach. Data collecting applied observation, interview, documentation techniques. Data validity applied source, technique and time triangulations. Data analysis technique conducted through data reduction process, display data and conclusion or verification.    
Research result showed that, on planning that arranged by teacher through sylabus and lesson planing which guided by curiculum of 2013. On learning implementation, matter which delivered such as basic rhyme, chord progress, keroncong basic arangement, that delivered by lecture, demonstration, drill, peer-teaching methods. There was lack of synchronization between lesson plan and implementation such as method and learning step, those matter applied by teacher in order to made student easily in received matter. The delivery of keroncong matter delivered on first and second meeting, on next meeting was a rehearsal process with teacher and learning result evaluation. Problem on learning namely on student factor who not maximal in received matter and unavailability of learning resource like book. The positive effect of keroncong learning was able to conserved keroncong.

Keywords : Keroncong, Conservation Effort, and Learning.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.