PENERAPAN METODE “TANDUR” PADA PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER SENI TARI DI SMPN 1 SIDOARJO

NANDA ROUDHOTUL JANNAH, TRISAKTI

Abstract


SMPN 1 Sidoarjo memiliki berbagai macam kegiatan pengembangan diri disebut kegiatan ekstrakurikuler yang aktif dalam berbagai perlombaan serta meraih prestasi pada bidang seni tari setiap tahunnya di tingkat kabupaten dan provinsi. Selain itu ditunjang dengan menerapkan metode TANDUR yang memiliki langkah-langkah pembelajaran yaitu “Tumbuhkan” (memberikan motivasi), “Alami” (menciptakan ragam gerak berdasarkan pengalaman), “Namai” (memberikan identitas), “Demonstrasi” (mempresentasikan), “Ulangi” (pengulangan untuk mempertegas) dan “Rayakan” (pemberian pujian dari hasil kinerja). Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan metode TANDUR dalam pembelajaran ekstrakurikuler seni tari di SMPN 1 Sidoarjo dan bagaimana hasil pembelajaran ekstrakurikuler seni tari dengan metode TANDUR.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi proses pembelajaran, wawancara dan dokumentasi yang telah dimiliki sekolah serta mendokumentasikan pelaksanaan proses pembelajaran berlangsung. Adapun analisis datanya dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Validitas data dalam penelitian ini yaitu menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan waktu.

Pelaksanaan pembelajaran kegiatan ekstrakurikuler seni tari dengan metode TANDUR diawali dengan “Tumbuhkan”, yakni pelatih memberikan motivasi berupa nasihat perihal manfaat dalam mengikuti pembelajaran ektrakurikuler tari sehingga peserta didik dapat berlatih dengan semangat. “Alami” dilakukan oleh peserta didik dengan kebebasan mengeluarkan ide berupa menciptakan 3 ragam gerak secara berkelompok berdasarkan tema yang diberikan oleh pelatih. “Namai” ditugaskan kepada peserta didik oleh pelatih untuk memberikan identitas atau nama pada 3 ragam gerak yang diciptakan. “Demonstrasi” dilakukan secara langsung oleh peserta didik dengan mempresentasikan hasil dari menciptakan ragam dan menyebutkan nama gerak yang diciptakan. “Ulangi” dilakukan peserta didik dengan mengulangi dari ragam gerak awal hingga akhir yang diinstruksikan pelatih untuk memperjelas gerakannya. “Rayakan” yaitu pemberian pujian kepada peserta didik dari hasil kinerja serta kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas dari pelatih. Hasil dari pelaksanaan metode TANDUR menunjukkan tingkat kreativitas peserta didik terhadap tugas yang diberikan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai yang diperoleh sesuai dengan kriteria nilai minimal yaitu B. Hasil penelitian menunjukkan peserta didik yang mampu memperoleh nilai A sejumlah 2 kelompok dengan menghasilkan 3 ragam gerak dan nilai B sejumlah 3 kelompok menghasilkan 2 ragam gerak. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler seni tari berjalan dengan efektif sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kata kunci: Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Tari, metode TANDUR

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.