PENGEMBANGAN MEDIA INSTRUMEN MUSIK BABEDISIK PADA PEMBELAJARAN ANSAMBEL SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 MENGANTI

DJADMIKO HERMANU, PENI PUSPITO

Abstract


Pengembangan media sangat diperlukan bagi guru untuk kemudahan proses belajar mengajar supaya materi yang diajarkan dapat tersalurkan dengan kreatif, inovatif, serta mudah dalam hal penyampaian materi kepada peserta didik. Pengembangan juga mengedepankan aspek kelestarian terhadap lingkungan dengan mempertimbangkan potensi dan kekurangan yang dimiliki sekolah. Dalam pengembangan media ini disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum nasional/kurikulum 2013. Hal ini yang melatar belakangi disusunnya penelitian pengembangan dengan judul “Pengembangan Media Barang Bekas Pada Pembelajaran Ansambel Siswa Kelas VIII Di Smp Negeri 2 Menganti”. Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah bagaimana proses pengembangan dan kualitas media barang bekas pada pembelajaran ansambel kelas VIII di SMP Negeri 2 Menganti dan untuk mengetahui bagaimana kualitas media yang dikembangkan.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Menggunakan metode pengembangan penelitian “Borg & Gall” dengan menyesuaikan tahapan yang dilaksanakan. Dengan membatasi langkah-langkah disesuaikan jenjang dan cakupan kebutuhan yang ingin dicapai. Sumber data yang dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pengembangan serta untuk mengukur kualitas media diperoleh dari validasi ahli dan uji coba dari media terhadap guru dan peserta didik.

Pelaksanaan pengembangan ini terfokus kepada pengembangan media BaBeDiSik (barang bekas jadi musik) untuk mata pelajaran Seni Budaya ansambel musik di kelas VIII F yang secara garis besar berjalan dengan tahapan-tahapan, meliputi: 1) tahap pengumpulan informasi; 2) tahap perencanaan; 3) tahap pengembangan produk; 4) tahap validasi; 5) revisi; 6) ujicoba. Keenam tahapan ini digunakan untuk mengetahui proses dan mengukur kualitas media BaBeDiSik (barang bekas jadi musik).

Validasi tahap pertama menunjukan jumlah skor diperoleh 28 instrumen penilaian jumlah skor validasi adalah 71 dan didapat skor rata-rata sebesar 2,36 (C). Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa pengembangam media barang bekas sebagai pembelajaran ansambel yang dikembangkan memiliki kualitas yang masih cukup dan perlu diadakan revisi produk serta validasi tahap ke dua untuk membuat media lebih baik dan meningkatkan nilai pengembangan media sebagai ukuran keberhasilan pengembangan media. Melalui validasi ke dua diketahui jumlah skor nilai yang dihasilkan bertambah menjadi sebesar 10,36 dari total 36 pertanyaan yang terjawab. Rumus yang digunakan untuk menghitung ialah dengan membagi jumlah skor dengan banyaknya jumlah subjek pernyataan yang terjawab maka diperoleh skor sebesar 3,45 (Baik). Hasil dari pengembangan media ini termasuk kategori baik dengan perolehan nilai alternatif B. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan ini berhasil dengan hasil yang baik dan sesuai dengan kriteria yang ingin dicapai.

Kata Kunci: pengembangan media, barang bekas, pembelajaran, ansambel musik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.