PENGARUH PENAMBAHAN DAGING-TULANG IKAN TAWES DAN KONDISI IKAN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SAMILER

ODILIA BENITA CHRISDWINIATI, ODILIA BENITA CHRISDWINIATI

Abstract


Abstrak


Samiler adalah salah satu jenis makanan tradisional yang sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Berdasarkan bahan pembuatannya tersebut, samiler hanya mengandung karbohidrat tinggi dari singkong, lemak dari proses penggorengan dan tidak mengandung banyak protein baik nabati maupun hewani serta hanya mengandung sedikit mineral seperti fosfor dan kalsium. Bahan makanan sumber protein yang biasanya ditambahkan pada pembuatan samiler dapat berasal dari hewani maupun nabati. Salah satu bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan harganya terjangkau adalah ikan tawes. Selama ini ikan tawes tidak banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena ikan tawes berduri banyak dan halus serta memiliki aroma amis yang cukup tajam. Penelitian ini tentang samiler yaitu makanan ringan yang memiliki bahan utama singkong lalu ditambahkan dengan daging-tulang ikan tawes dan menggunakan 2 macam kondisi ikan yaitu matang dan mentah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1)pengaruh penambahan daging-tulang ikan tawes terhadap sifat organoleptik (warna, aroma, rasa, kerenyahan) dan tingkat kesukaan samiler ; 2)pengaruh kondisi ikan matang-mentah terhadap sifat organoleptik (warna, aroma, rasa, kerenyahan) dan tingkat kesukaan samiler ;3)pengaruh interaksi penambahan daging-tulang ikan tawes dan kondisi ikan matang-mentah terhadap sifat organoleptik (warna, aroma, rasa, kerenyahan) dan tingkat kesukaan samiler;4)kandungan zat gizi meliputi protein, karbohidrat, kalsium dan fosfor samiler ikan tawes yang terbaik dari uji organoleptik.


Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain pola dua faktor, yaitu: 3 perlakuan penambahan ikan tawes sebanyak 10 gram, 15 gram, dan 20 gram. Faktor huruf (A dan B), kondisi ikan (mentah dan matang).Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dengan cara uji organoleptik yang dilakukan oleh 15 panelis terlatih, dan 15 panelis agak terlatih. Analisis data hasil uji organoleptik menggunakan analisis varian dua jalur dan uji lanjut Duncan, selanjutnya dilakukan uji kimia untuk mengetahui kadar kandungan gizi dalam samiler ikan tawes yang terbaik.


Hasil penelitian menyatakan: 1)Penambahan daging-tulang ikan tawes berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, kerenyahan dan tingkat kesukaan tetapi  tidak berpengaruh nyata terhadap rasa samiler ikan tawes; 2)Kondisi ikan tawes berpengaruh terhadap warna, aroma, kerenyahan, tingkat kesukaan tetapi tidak berpengaruh terhadap rasa samiler ikan tawes; 3)Interaksi penambahan daging-tulang ikan tawes dan kondisi ikan tawes berpengaruh terhadap kerenyahan samiler, tetapi tidak berpengaruh terhadap warna, aroma, rasa dan kesukaan terhadap samiler ikan tawes; 4)Hasil terbaik sarmiler terdapat pada perlakuan  XA1XB1 yaitu penambahan daging-tulang ikan tawes 10 gram dalam kondisi mentah. Hasil uji laboratorium samiler terbaik menujukkan protein 5,16% , karbohidrat 31,62%, kalsium 9,013% dan fosfor 37,64%.


Kata kunci : samiler, ikan tawes, kondisi ikan


 


 


Abstract


Samiler is one of the traditional food which has long been consumed by the indonesian people from various backgrounds. based on ingredients production, samiler only contain high carbohydrate and only contain a little bit of mineral like phosphor and calcium. food sources of protein normally added on samiler production can be derived from animal and vegetable. one food containing high protein and low cost is tawes fish. all this time, tawes fish is not much consumed by many people because tawes fish much thorny, smooth thorny and has a fishy smell sharp enough. This research is about samiler which has the main ingredient is cassava added to meat-bone tawes fish and using 2 kinds of fish condition, cooked and uncooked. The aim of this research 1) the impact of adding meat-bone tawes fish of organoleptic character (color, smells, taste, crispness) and a level favorites of samiler ; 2) the impact of fish condition cooked-uncooked of organoleptic character (color, smells, taste, crispness) and a level favorites of samiler ; 3) the impact of interaction of adding meat-bone tawes fish and condition cooked-uncooked of organoleptic character (color, smells, taste, crispness) and a level favorites of samiler ; 4) Nutrient content includes protein, carbohydrate, Calcium, Phosphor the best tawes fish from organoleptic test.


The kind this research is experimental researchdesign witha patternof twofactors, namely : 3 additional treatment of tawes fish as much as 10 gram, 15 gram, and 20 gram. Y factor, fish condition (cooked and uncooked).Technics of data collection using observation sheet with organoleptic test who conducted by 15 trained panelists and 15 trained panelists enough.Organolepticanalysis oftest datausingtwo-lane variantanalystanda further test of duncan, then performed chemical test determine levels of the nutrients the best tawes fish samiler.


The results of analysis: 1) adding of meat-bone tawes fish significant effect on includes color, smells, crispness, favorite but no significant effect on taste of samiler tawes fish. ; 2) Tawes fish condition significant effect on includes color, smells, crispness, favorite but no significant effect on taste of samiler tawes fish. ; 3) interaction additions meat-bone tawes fish and tawes fish condition significant effect on samiler crispness, but no significant effect on color, smells, taste, favorite to samiler tawes fish. ; 4) The best results of samiler are on treatment XA1XB1 ,is adding meat-bone tawes fish 10 gram in uncooked condition. Results of laboratory tests the best samiler showing protein 5,16%, carbohydrate 31,62%, calcium 9,013% and phosphor 37,64%.


Keywords :Samiler, Tawes Fish, fish condition


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.