PENGEMBANGAN PERANGKAT PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN PENGOLAHAN PETIS UDANG DI DESA GUMENG KECAMATAN BUNGAH GRESIK

Novia Arizzka

Abstract


AbstrakPelaksanaan pengolahan petis tidak lepas dari pengetahuan dan sikap penjamah. Namun, kenyataannya penjamah belum sepenuhnya memahami hal tersebut dan tidak mengaplikasikannya dalam proses pengolahan petis. Salah satu solusinya adalah pelatihan higiene sanitasi penjamah makanan. Pelatihan dapat berjalan dengan baik jika menggunakan perangkat pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pelatihan higiene sanitasi penjamah makanan (silabus, power point dan handout), serta mendeskripsikan keterlaksanaan pelatihan dan hasil dari pelatihan.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menghasilkan perangkat pelatihan higiene sanitasi penjamah makanan. Model pengembangan perangkat mengacu pada model Plomp. Subjek penelitian adalah 10 penjamah yang diambil dari tiap unit produksi petis di Desa Gumeng. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, lembar angket, lembar observasi,  lembar keterlaksanaan pelatihan dan lembar respon peserta. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, angket, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data meliputi analisis validasi perangkat dengan mencari skor rata-rata kemudian dideskripsikan dengan rentang 1 sampai 4 (tidak layak, kurang layak, cukup layak, layak), analisis keterlaksanaan pelatihan dengan menggunakan persentase, analisis respon peserta pelatihan dengan menggunakan persentase, dan analisis efektivitas pelatihan (persentase ketuntasan, menghitung rata-rata, menghitung selisis/gain dan analisis perhitungan signifikansi/Uji-t), untuk angket pengetahuan dan sikap menggunakan pengujian uji validitas dan uji reliabilitas.Hasil telaah perangkat pelatihan higiene sanitasi penjamah makanan berupa silabus, power point, dan handout oleh ahli telaah memenuhi kategori valid sehingga perangkat tersebut layak dipergunakan. Hasil uji coba terlihat bahwa persentase keterlaksanaan pelatihan adalah 96% dengan kategori sangat baik. Hasil respon peserta terhadap kegiatan pelatihan adalah 88,42% dengan kategori sangat kuat/sangat layak. Terjadi peningkatan hasil tes pengetahuan peserta pelatihan dengan hasil  pre test 51, post test 87, gain (selisih) 36, dan ada peningkatan nyata hasil tes pengetahuan dengan hasil Uji-t Ha (-6,914 < 1,833). Terjadi  peningkatan hasil tes sikap peserta pelatihan dengan hasil  pre test 66, post test 87, gain (selisih) 21, dan ada peningkatan nyata hasil tes sikap dengan hasil Uji-t Ha (-16,583 < 1,833), sehingga dapat dikatakan bahwa ada peningkatan nyata hasil tes pengetahuan dan sikap peserta setelah mendapatkan pelatihan higiene sanitasi.Kata kunci: Perangkat Pelatihan, Higiene, Sanitasi, Penjamah Makanan
AbstractThe implementation of processing petis can not be separated from knowledge and attitudes of the handlers. However, the fact food handlers not fully understand it and apply in the processing of petis. The solution is training of food handlers hygine and sanitation. Training can work well if using a training device. The purpose of this study was to describes the feasibility of the hygine and sanitation of food handlers (silabus, power point and handout) also describes the implementation of training and the result of training.This research is a development that resulted in the training of food handlers hygiene and sanitation. Model of software development refers to the model of Plomp. Subjects were 10 handlers taken from each unit in the Gumeng village. The research instrument using interview, questionnaire sheets, observation sheets, implementation of training sheets and responses of participant sheets. Data collection techniques are interviews, questionnaires, documentation, and observation. Data analysis techniques including analysis of validation of the device by looking for an average score and then described the range of 1 to 4 (inept, less proper, quite proper, proper). Analysis implementation of training by using a percentage, the analysis of the response trainees by using a percentage, and analysis training effectiveness (percentage of completeness, calculate averages, calculate the differences / gain and analysis of the significance / t-test), to use knowledge and attitudes questionnaire testing the validity dan reliability test.The review of the training food handlers hygine and sanitation in the form of a syllabus, power point and handouts by the expert valid category so that the device was well properly to used. The experiment result showed that the precentage of implementation training is 96% with a very good category. The result of participans responses for the training activity was 88,42% with a very strong category/very proper. There is an increased knowledge of the test results with the results of the training participants 51for pre test, post test 87 , the gain (difference) 36, and there is a real increase of knowledge test results with the results of t-test Ha (-6.914 <1.833). An increase in trainees attitudes test results with the results of 66 pre test, post test 87, the gain (difference) 21, and there is a real increase attitudes test results with the results of t-test Ha (-16.583 <1.833), so it could be said that there is a real increase of knowledge test results and the attitude of the participants after getting training of hygiene and sanitation.Keywords: Coaching Devices, hygiene, sanitation, food handlers


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.