PERBANDINGAN PROPORSI TEPUNG TERIGU SEBAGAI BAHAN PENGENTAL LATEKS CAIR TERHADAP HASIL JADI PROSTHETIC LUKA ROBEK TIGA DIMENSI

SETIAWAN WIJANARKO, SRI DWIYANTI

Abstract


Abstrak

Prosthetic adalah efek tambahan pada tata rias karakter yang didesain untuk ditempelkan pada wajah atau badan aktor. Lateks cair merupakan bahan yang sering digunakan sebagai bahan pembuatan prosthetic, tetapi lateks cair memiliki voskositas yang rendah sehingga terlalu cair dan menyulitkan proses pencetakan. Untuk meningkatkan viskositas lateks cair, perlu ditambahkan bahan pengental. Pada penelitian ini akan dilakukan penambahan tepung terigu sebagai bahan pengental lateks cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi perbandingan tepung terigu sebagai bahan pengental lateks cair yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan variabel bebas perbandingan lateks cair dan tepung terigu yaitu 5:3, 5:2, dan 5:1. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi prosthetic berupa luka robek berdasarkan aspek kekentalan, warna, elastisitas, kesesuaian bentuk desain dan kesukaan. Proses penelitian melibatkan 30 orang panelis ahli. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, yang kemudian dihitung menggunakan SPSS 21 dengan teknik anova tunggal dan uji duncan. Penelitian ini menghasilkan bahwa penambahan tepung terigu mempengaruhi aspek kekentalan, elastisitas, dan kesesuaian bentuk desain luka robek. Aspek warna tidak terpengaruh oleh penambahan tepung terigu. Perbandingan X2 mendapatkan nilai tertinggi pada aspek kekentalan dengan nilai 3,8, warna 3,7 dan kesesuaian desain 3,6. Pada aspek elastisitas nilai tertinggi dimiliki oleh perbandingan X3. Faktor kesukaan menunjukkan perbandingan X2 sangat disukai dengan prosentase kesukaan 91,6%.

Kata Kunci: Prosthetic, lateks cair, tepung terigu

Abstract

Prosthetic is an additional effect on character makeup that is designed to be attached to the face or body of an actor. Liquid latex is a material that is often used as a prosthetic material, but liquid latex has a low vicosity so it is too liquid and difficult to mold. To increase the viscosity of liquid latex, thickening agents need to be added. In this study, flour will be added as thickening agent for liquid latex. This study aims to determine the composition of the comparison of wheat flour as thickening agent of the best liquid latex. This type of research is an experiment, with the independent variable ratio of liquid latex and flour, namely 5: 3, 5: 2, and 5: 1. The dependent variable in this study is prosthetic results in the form of torn wounds based on aspects of thickness, color, elasticity, suitability of the design and preferences. The research process involved 30 expert panelists. The method of data collection uses the observation method, which is then calculated using SPSS 21 with a single anova technique and duncan test. This study resulted in the addition of wheat flour affecting aspects of viscosity, elasticity, and conformity of the shape of the torn wound design. The color aspect is not affected by the addition of flour. Comparison of X2 gets the highest value on the viscosity aspect with a value of 3.8, color 3.7 and suitability of design 3.6. In the elasticity aspect the highest value is owned by the X3 comparison. The favorite factor shows that the ratio of X2 is very favored with a favorite percentage of 91.6%.

Keywords: prosthetic, liquid latex, flour



Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.