PENGARUH PROPORSI EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DAN EKSTRAK DAUN TEH HITAM (Camelia sinensis varietas Assamica) TERHADAP HASIL JADI LULUR TRADISIONAL

NATALIA MANGINAR HUTAPEA, DEWI LUTFIATI

Abstract


Lulur tradisional terbuat dari sarang semut dan daun teh hitam dengan bahan dasar tepung beras. Sarang semut dan daun teh hitam merupakan kombinasi bahan yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi. Tujuan darigcpenelitian inigcadalah untuk: 1) gcmengetahuigcpengaruhgcproporsi ekstrak sarang semut dan ekstrak daun teh hitam terhadap sifat organoleptik hasil jadi lulur tradisional dengan bahan dasar tepung beras yang meliputi aroma, gcwarna, gctekstur,gcdaya lekat, gcdan tingkat kesukaangcpanelis. 2) masa simpan dari hasil jadi lulur tradisional terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen proporsi ekstrakgcsaranggcsemut dan ekstrakgcdaungctehgchitam dengangctepunggcberas yaitu X1= 6g : 60g, X2= 4g : 50g, dan X3= 2g : 40g. Pengumpulan datagcmenggunakangcmetodegcobservasi yanggcdilakukan olehgc30gcpanelis. Data yang diperoleh dari hasil uji organoleptik diolah menggunakan SPSS dan dianalisis dengan uji anava tunggal dan uji duncan. Hasil uji anavagctunggal dan ujigcduncan menyatakan bahwa sampel X1, X2, dan X3 berpengaruhgcnyata terhadap hasilgcjadigclulurgctradisional. Pada tingkatgckesukaan panelis disimpulkangcbahwa panelis sangat suka sampel X2 dengan nilai 3,57, yaitu cukup beraroma tajam, warna kuning gading, tekstur cukup kasar, dan daya lekat yang cukup. Berdasarkan hasil uji mikrobiologi, ditemukan jumlah bakteri 3,8x103 kol/g di hari ke-1 pada sampel X2. Sehingga sampel X2 hanya dapat digunakan selama 1 hari karena jumlah mikroba tidak boleh lebih dari 103 kol/g sesuai peraturan BPOM.

Kata Kunci: lulur tradisional, sarang semut, daun teh hitam, tepung beras


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.