PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN LEGO TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A DI TK ISTANA BALITA SURABAYA

Arini Mawar Santi

Abstract


Anak dikatakan mampu kognitifnya bila dapat bermain simbolik, mengkreasikan sesuatu sesuai idenya sendiri, mengelompokkan benda yang sama, memperkirakan urutan berikutnya setelah melihat bentuk dua pola yang berurutan. Berdasarkan observasi, kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Istana Balita Surabaya masih kurang. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran, guru belum menggunakan media yang menarik bagi anak-anak atau masih menggunakan media gambar dan bercerita. Anak menjadi bosan dan kurang bisa menyerap pembelajaran yang diberikan. Hal ini yang menjadi latar belakang penelitian di TK Istana Balita Surabaya. Penerapan permainan lego adalah permainan bongkar pasang yang berupa kepingan dari plastik yang dapat disusun dan dirangkai menjadi aneka bentuk sesuai keinginan pemiliknya. Berwarna-warni, berbeda ukuran dan berjumlah banyak. Manfaat dari permainan ini adalah mengembangkan imajinasinya dan menfokuskan konsentrasi.
Penelitian ini mengambil rumusan masalah, adakah pengaruh penerapan permainan lego terhadap kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Istana Balita Surabaya. Tujuannya untuk membuktikan adakah pengaruh penerapan permainan lego terhadap kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Istana Balita Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan jenis One-Group Pre test-Post test Design dengan membandingkan keadaan sebelum diberi perlakuan pre test dan sesudah diberi perlakuan post test. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah non random sampling dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 anak dari seluruh kelompok A. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis statistik nonparametrik dengan Wilcoxon Match Pairs Test (Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon).
Berdasarkan hasil penelitian rata-rata tingkat kemampuan kognitif anak sebelum treatment 16,27 dan sesudah treatment 36,17. Hasil uji jenjang bertanda wilcoxon juga menunjukkan thitung adalah 0 dan ttabel adalah 16. Dimana thitung < ttabel yaitu 0< 16 (α = 0,01), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima dan dapat dinyatakan bahwa ada pengaruh signifikan penerapan permainan lego terhadap kemampuan kognitif anak kelompok A di TK Istana Balita Surabaya.

Kata kunci : permainan lego, kognitif, anak kelompok A

Abstract

Children’s cognitive skill works well if the children can play symbol. Create something by using their own words, grouping similiar things, and estimate the next shape after knowing two continued shapes. Based on the observation, A group children at Istana Balita kindergarten Surabaya are still lack of cognitive skill. It is because the teachers have not used the interesting media in the teaching and learning process for the children or they still use picture as media and only story telling. It makes the student bored and less achieve the learning materials. It is the background of the research in the Istana Balita kindergarten Surabaya. Lego is used by uniting the smaller parts which are made from plastics. The parts can be arranged to be the shape that the children want. There are numerous, various colour and have different size. The advantages of using this game is developing the imagination and focusing the concentration.
The research problem is whether there is an effect of applying Lego game for the A group children’s cognitive skill at Istana Balita kindergarten Surabaya. The design used in this research
is Pre-Experimental by using One-Group Pre Test-Post Test Design. The research is conducted by comparing the condition before using the Lego game in the form of pre test and after applying the Lego game in the form of post test. The data collecting methods used are observation. The sampling techniques used are non random sampling by using saturated sampling. There are 15 children from the A group who become the sample of this research. The analysis techniques used in this research is non parametric statistics with Wilcoxon Match Pairs Test.
Based on the research, the average children’s cognitive skill before getting treatment is 16,67 and it becomes 36,17 after getting treatment. The result of Wilcoxon Match Pairs shows that tcount is 0 and ttable is 16. Tcount < Ttable, it is 0 < 16 (α = 0,01), therefore Ho is rejected and Ha is accepted and can be stated that there is a significant effect of applying lego game for the A group children’s cognitive skill at Istana Balita kindergarten Surabaya.

Keyword : Lego game, Cognitive, A group children.


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.