KUALITAS PELAYANAN PAKET II PERIZINAN DI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU (BPPT) KABUPATEN SIDOARJO

SINDY ARDIANTY

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan paket II perizinan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Sementara itu, fokus dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan paket II perizinan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sidoarjo. Indikator yang digunakan adalah dimensi-dimensi kualitas pelayanan Parasuraman dkk (dalam Rangkuti, 2013:137) yang terdiri dari 5 dimensi, yaitu realibility (keandalan), assurance (kepastian), tangible (berwujud), empaty (empati), dan responsiveness (cepat tanggap). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan paket II perizinan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sidoarjo dapat dikatakan sudah cukup baik yang dilihat dari dimensi realibility menyangkut konsistensi dan keakuratan pelayanan paket II perizinan, assurance yang meliputi kemampuan atau pengetahuan petugas pelayanan paket II perizinan dan jaminan bebas dari bahaya serta keragu-raguan, tangible yang meliputi ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pelayanan dan penampilan pegawai paket II perizinan, empathy yang berkaitan dengan kemudahan pelanggan paket II perizinan dalam mendapatkan informasi serta perhatian petugas yang tidak segan meminta maaf ketika ada kesalahan, dan responsiveness yang menyangkut para petugas pelayanan paket II perizinan dalam membantu pelanggan secara cepat dan tepat. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan terkait peminat paket II perizinan yang sedikit dan keterlambatan pelayanan yang termasuk bagian dari dimensi realibility, serta dijumpainya aplikasi SIPPADU yang error termasuk dalam bagian dimensi assurance. Sedangkan dalam dimensi tangible masih dijumpainya listrik mati dan area parkir kurang luas sehingga membuat tidak nyaman pelanggan. Dan terakhir dalam dimensi empati terkait petugas Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang kurang perhatian dan adanya persoalan uang pelicin.
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Paket II Perizinan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.