STRATEGI PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT PASCA PENUTUPAN LOKALISASI (Studi Kasus pada Masyarakat di Jalan Tambak Asri Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan Kota Surabaya)

Umi Maimanah H

Abstract


Abstrak  


Kondisi masyarakat di daerah pasca penutupan lokalisasi merupakan suatu tanggung jawab dan pekerjaan rumah yang besar bagi Pemerintah Kota Surabaya. Di antara enam titik lokalisasi yang ada di Surabaya, wilayah Lokalisasi Kremil juga merupakan lokalisasi dengan jumlah PSK dan mucikari yang banyak di Surabaya. Kawasan Eks. Lokalisasi Kremil berada di kawasan pinggiran perkotaan yang padat penduduk dan ramai dengan pemukiman warga, tepatnya di wilayah Surabaya Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan masyarakat pasca penutupan lokalisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya melalui SKPD Dinas terkait. Penelitian ini berfokus pada strategi pemberdayaan masyarakat dengan lima indikator yang dikemukakan oleh Edi Suharto (2010) yang terdiri dari pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan dan pemeliharaan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif jenis kualitatif dan dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam memberdayakan masyarakat pasca penutupan lokalisasi melalui berbagai tahapan yang telah dikemukakan sebelumnya oleh Edi Suharto, terdiri dari pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan dan pemeliharaan. Pemungkinan berupa tahapan yang memunculkan permasalahan dalam program pemberdayaan seperti kondisi ekonomi goyah dan kondisi sosial yang kurang baik antar masyarakat. Kemudian penguatan berupa pelatihan ketrampilan usaha mandiri seperti menjahit, membatik, memasak dan salon. Selanjutnya perlindungan berupa bentuk evaluasi dan pengawasan setiap program melalui pembenahan metode pemberdayaan sehinga tidak adanya gangguan pihak lain yang menghidupkan kembali praktik prostitusi. Penyokongan berupa bentuk fasilitas ruang pemasaran dan koperasi kepada masyarakat kelompok usaha. Serta pemeliharaan berupa bentuk tindak lanjut program yang dimulai dari testimoni keberhasilan pelaku usaha mandiri yang terus diberdayakan. Dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Jalan Tambak Asri berjalan dengan baik ditunjang dengan peranan kerjasama ormas dan pihak stakeholders lainnya. Namun, masih terdapat beberapa kendala permasalahan dalam strategi pemberdayaan tersebut. Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah, keberlanjutan dan sosialisasi berbagai program pemberdayaan pemkot yang dapat diikuti masyarakat, kemudian adanya keberlanjutan pendampingan, dan kejelasan bagi para pelaku usaha tentang perizinan usaha, modal dan sistem pemasaran secara online.
Kata Kunci : Strategi, Pemberdayaan, Masyarakat


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.