HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG (FLY ASH) DAN LIMBAH KERANG PADA TEMPERATUR NORMAL

MOKHAMAD RUSDHA MAULANA

Abstract


Bahan bangunan yang paling popular dan paling sering digunakan adalah semen.  Namun bahan bangunan ini tidak cukup ramah terhadap lingkungan untuk digunakan dalam jangka panjang. Untuk membuat 1 ton semen, dihasilkan 0.55 ton CO2 dan dari hasil pembakaran bahan bakar sebesar 0.40 ton. Secara sederhana 1 ton semen menghasilkan hampir 1 ton CO2 (Davidovits, 1994). Salah satu pengganti semen adalah fly ash dan kuat tekan beton dengan fly ash untuk jangka panjang masih belum mencapai tegangan yang di harapkan (fc’). Selain itu beton fly ash cenderung tidak segetas beton normal. Salah satu cara untuk meningkatkan kuat tekan beton dengan cara menambah unsur CaO, yang ada pada kulit kerang. Kulit kerang jika dimanfaatkan bisa menjadi pengganti semen karena senyawa kimia dari kulit kerang mengandung silika, alumina, dan zat kapur (Siregar, 2009). Tegangan beton OPC atau beton normal pada umur 28 hari, yaitu 19.98 MPa pada regangan 0.0020 + 0.0003. Tegangan maksimum campuran 100% fly ash sebesar 16.96 MPa pada regangan 0.00280 + 0.00030. Tegangan yang dihasilkan campuran 10% kulit kerang sebesar 18.17 MPa pada regangan 0.00250 + 0.00020. Pada beton campuran 30% kulit kerang, kuat tekannya bertambah menjadi 19.32 MPa. Tegangan maksimum campuran 30% kulit kerang sebesar 19.32 MPa pada regangan 0.00260+0.00010. Campuran 50% kulit kerang -  50% fly ash, tegangan maksimumnya sebesar 18.26 MPa pada regangan 0.0025+0.00030. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tegangan maksimum beton geopolymer dengan penambahan kerang tercapai pada penambahan kerang sebesar 30% dengan kuat tekan sebesar 19.32 MPa.dan regangan 0.0025+0.00030. Kuat tekan ini lebih kecil dari beton normal yaitu 19.32 MPa lebih kercil dari 19.98 MPa. Namun regangan beton dengan kulit kerang menunjukkan nilai lebih besar 0.0025 + 0.00030 lebih besar dari 0.0020 + 0.0003 dan lebih kecil dari penggunaan 100% fly ash yaitu sebesar 0.00280 + 0.00030. Dapat disimpulkan serbuk kulit kerang dapat meningkatkan kuat tekan yang optimumnya pada campuran 30% kulit kerang – 70% fly ash, dan juga meningkatkan sifat getas beton berbahan dasar fly ash pada beton geopolymer.


Kata Kunci: Tegangan-Regangan, Fly Ash, Kulit Kerang, Alkali Aktivator


Building materials are the most popular and most commonly used is cement. But this was not enough building materials friendly to the environment to be used in the long term. To make 1 ton of cement. it  produced 0.55 tons of CO2 from the burning of fuel of 0.40 tons. Simply put 1 ton of cement produced nearly 1 ton of CO2 (Davidovits, 1994) .One replacement for cement is fly ash and compressive strength of concrete with fly ash for the long term still has not reached the expected compressive Streghtt (fc '). In addition, fly ash concrete tend to be brittle normal concrete. One way to improve the compressive strength of concrete by adding the element of CaO, that of the oyster. clam shells if harnessed could be a substitute for cement due to chemical compounds from oyster containing silica, alumina, and calcium (Siregar, 2009). Compressive Streghtt by OPC concrete or normal concrete at 28 days, which is 19.98 MPa strain 0.0020 + 0.0003. The maximum compressive Streghtt of 100% fly ash mixture at 16.96 MPa strain 0.00280 + 0.00030. Compressive Streghtt generated mix 10% oyster of 18:17 MPa at strain 0.00250 + 0.00020. In the concrete mix 30% oyster, compressive strength increased to 19:32 MPa. The maximum compressive Streghtt mix 30% oyster of 19:32 MPa at a strain 0.00260 + 0.00010. Mix 50% oyster - 50% fly ash, at 18:26 MPa maximum stress on the strain 0.0025 + 0.00030. The results showed that the maximum compressive Streghtt geopolymer concrete with the addition of clam shells was reached on the addition of 30% compressive strength at 19.32 MPa.dan strain 0.0025 + 0.00030. The compressive strength is smaller than normal concrete is 19.32 MPa worse than 19.98 MPa. But the strain of concrete with oyster showed greater value 0.00030 0.0025 + 0.0020 + greater than 0.0003 and less than 100% utilization of fly ash in the amount of 0.00280 + 0.00030. Oyster can be concluded powder can enhance optimum compressive strength at 30% mixture of shells - 70% fly ash, and also increases the brittle nature of concrete made from fly ash on geopolymer concrete.


Key words: Stess-Strain, Fly Ash, Oysteer, Alkaline Activator


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.